Perbandingan Kualitas Hidup Pasien Tuberkulosis Paru Sensitif Obat Dengan Tuberkulosis Paru Resisten Obat Di RSU Haji Medan
Keywords:
Kualitas Hidup, Tuberkulosis Paru, Sensitif Obat, Resisten ObatAbstract
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan perbedaan dalam kualitas hidup pada pasien dengan obat perseptual sensitif TBC (TB Sun) dan paru TB paru resistensi (TB RO) di Rumah Sakit Haji Medan. Jenis studi yang digunakan adalah analisis silang. Sampel terdiri dari 80 pasien tuberkulosis paru yang sengaja dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Data dikumpulkan dengan wawancara menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan tes statistik nonparametrik oleh Mann-Whitney karena data tidak didistribusikan dengan benar. Analisis menunjukkan bahwa sebagian besar tuberkulosis memiliki kualitas hidup yang sangat baik, tetapi sebagian besar pasien TB-RO memiliki kualitas hidup yang buruk. Nilai signifikan yang diperoleh adalah 0,000, menunjukkan perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok. Temuan ini mendukung perlunya pendekatan perawatan yang tidak hanya memperhatikan aspek medis, tetapi juga memperhatikan perhatian psikososial untuk meningkatkan kualitas hidup pasien secara keseluruhan
References
D. R. Silva et al., “Risk factors for tuberculosis: Diabetes, smoking, alcohol use, and the use of other drugs,” J. Bras. Pneumol., vol. 44, no. 2, pp. 145–152, 2018, doi: 10.1590/s1806-37562017000000443.
F. R. Walters, “Pulmonary Tuberculosis:,” Lancet, vol. 197, no. 5080, pp. 98–99, 1921, doi: 10.1016/S0140-6736(01)22393-9.
A. N. Aggarwal, “Quality of life with tuberculosis,” J. Clin. Tuberc. Other Mycobact. Dis., vol. 17, p. 100121, 2019, doi: 10.1016/j.jctube.2019.100121.
H. Wang, J. Gu, L. Zhang, and Y. Song, “Assessing the quality of life in patients with drug-resistant tuberculosis: a cross-sectional study,” BMC Pulm. Med., vol. 24, no. 1, pp. 1–11, 2024, doi: 10.1186/s12890-024-03119-1.
S. R. Mase and T. Chorba, “Treatment of Drug-Resistant Tuberculosis,” Clin Chest Med., vol. 40, no. 4, pp. 775–795, 2019, doi: 10.1002/hep.30150.Ductular.
L. Luies and I. du Preez, “The echo of pulmonary tuberculosis: Mechanisms of clinical symptoms and other disease-induced systemic complications,” Clin. Microbiol. Rev., vol. 33, no. 4, pp. 1–19, 2020, doi: 10.1128/CMR.00036-20.
V. Endria and S. Yona, “Depresi Dan Stigma Tb Dengan Kualitas Hidup Pasien Tuberkulosis Paru,” J. Ris. Kesehat. Nas., vol. 3, no. 1, pp. 21–28, 2019, doi: 10.37294/jrkn.v3i1.151.
A. D. Harries et al., “Epidemiology and interaction of diabetes mellitus and tuberculosis and challenges for care: a review [Review article],” Public Heal. Action, vol. 3, no. 1, pp. 3–9, 2013, doi: 10.5588/pha.13.0024.
I. Abrori and A. A. Ahmad, “Kualitas hidup penderita tuberkulosis resisten obat di kabupaten Banyumas Quality of life among patients with multi-drug resistant tuberculosis in the district of Banyumas,” Ber. Kedokt. Masy. (BKM J. Community Med. Public Heal., vol. 34, no. 2, p. 5561, 2018.
Y. Lin, Y. Yu, J. Zeng, X. Zhao, and C. Wan, “Comparing the reliability and validity of the SF-36 and SF-12 in measuring quality of life among adolescents in China: a large sample cross-sectional study,” Health Qual. Life Outcomes, vol. 18, no. 1, pp. 1–14, 2020, doi: 10.1186/s12955-020-01605-8.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Akhil Fahri Atalah, Sri Rezeki Arbaningsih

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.











