Formulasi Dan Evaluasi Fisik Sediaan Tablet Allopurinol 100 Mg Menggunakan Pati Beras Merah (Oryza Nivara) Sebagai Bahan Pengikat Dengan Metode Granulasi Basah
Keywords:
Pati Beras Merah (Oryza Nivara), Bahan Pengikat Dan Formulasi Tablet AllopurinolAbstract
Beras merah (Oryza nivara) umumnya hanya dikenal sebagai bahan pangan pokok. Padahal, beras ini mengandung komponen pati, yang terdiri atas amilosa dan amilopektin, dan berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan pengikat dalam pembuatan tablet. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh penggunaan pati dari beras merah terhadap karakteristik fisik tablet allopurinol yang dibuat menggunakan metode granulasi basah. Penelitian ini bersifat eksperimental dengan empat variasi formula: satu formula menggunakan pengikat sintetis, sedangkan tiga lainnya memakai pati beras merah dengan konsentrasi berbeda. Formula 0 menggunakan PVP 8%, sementara Formula I, II, dan III masing-masing mengandung pati beras merah sebesar 8%, 12%, dan 16%. Evaluasi sifat fisik tablet menunjukkan bahwa penggunaan pati beras merah menghasilkan tablet dengan bobot dan ukuran yang seragam, kekerasan dalam rentang 4–8 kg, waktu hancur di bawah 15 menit, serta tingkat kerapuhan antara 0,5–1%. Analisis ANOVA menghasilkan nilai signifikansi p = 0,001, yang menunjukkan adanya perbedaan bermakna antar formula. Temuan ini mengindikasikan bahwa variasi konsentrasi pati beras merah memberikan pengaruh terhadap karakteristik fisik tablet allopurinol.
References
Efendi, Syamsuddin, dan Agustina, B., 2016. Performansi genotip padi beras merah dari varietas lokal Aceh yang dibudidayakan secara aerobik. Jurnal Floratek, 11(1): 51-58.
Sarah, H. S., 2018. Kajian peningkatan kualitas beras merah (Oryza nivara) instan dengan cara fisik. Jurnal Teknologi Pangan Pasundan, 5(1)
Luna, P., Herawati, H., Widowati, S., dan Prianto, A. B., 2015. Pengaruh kandungan amilosa terhadap karakteristik fisik dan organoleptik nasi instan. Jurnal Penelitian Pasca panen pertanian, 12(1): 1-10
Indrasari. D.S., Wibowo. P., dan Purwani, E.Y. 2010. Evaluasi Mutu Fisik, Mutu Giling, dan Kandungan AntosianinKultivar Beras Merah.Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanian. Vol. 29 No 1
Yolaning, W. F., 2012. Kajian Kualitas Kimia Dan Biologi Beras Merah (Oryzaa nivara) Dalam Beberapa Pewadahan Selama Penyimpanan. Skripsi. Universitas Sebelas Maret. Surakarta.
Lachman L.,Lieberman, H.A., and Kanig, J.L. 1994. Teori Dan Praktek Farmasi Industri, di terjemahkan oleh Siti Suyatmi, S., Aisyah, I, Cetakan II, UI Press, Jakarta.645-654 701.
Chaerunnisa, Anis Yohana. 2009 .Farmasetika Dasar. Bandung.
Departemen Kesehatan Republik Indonesia. 1995. Farmakope Indonesia Edisi IV. Depkes RI. Jakarta.
Rowe, R. C., P. J. Shekey, and M. E. Quinn. 2009. Handbook of Pharmaceutical Excipients 6th Edition. USA: Pharmaceutical Press. P. 685-687, 691-692
Lachman, Leon., Herbert A, Lieberman.,Joseph L., Kaning. 2008. Teori Dan Praktek Farmasi Industri. UI-Press. Jakarta.
Murtini, G., & Elisa, Y. (2018). Bahan Ajar Farmasi Teknologi Sediaan Solid. In Kementrian Kesehatan Republik Indonesia (Pertama). Kementrian Kesehatan Republik Indonesia
Voigt, R. 1995. Buku Pelajaran Teknologi Farmasi Ed V. Diterjemahkan oleh Soendani N. S., UGM Press, Yogyakarta
Departemen Kesehatan Republik Indonesia. 1979. Farmakope Indonesia Edisi III. Depkes RI.Jakarta
Ansel & Howard C. 1989. Pengantar Bentuk Sediaan Farmasi Edisi Keempat UI Press. Jakarta.
Departemen Kesehatan Republik Indonesia .2014. Farmakope Indonesia Edisi V. Depkes RI. Jakarta.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Siti Hujatul Hasanah, Agus Setiawan, Lucky Dita Agustiansyah, Dimas Danang Indriatmoko, Candra Junaedi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.











