Gambaran Faktor Risiko Pada Penderita TB Paru Di Wilayah Puskesmas Kota Selatan Tahun 2025

Authors

  • Hana Aulia Putri Universitas Negeri Gorontalo
  • Mohamad Zukri Antuke Universitas Negeri Gorontalo
  • Nanang Roswita Paramata Universitas Negeri Gorontalo
  • Sitti Rahma Universitas Negeri Gorontalo
  • Dzul Ikram Hasanuddin Universitas Negeri Gorontalo

Keywords:

Tuberkulosis Paru, Faktor Risiko TB, Lingkungan Fisik Rumah, Riwayat Kontak, TCM

Abstract

Tuberkulosis (TB) paru masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, termasuk Provinsi Gorontalo. Provinsi Gorontalo berada pada peringkat ke-16 nasional untuk kasus TB paru, Puskesmas Kota Selatan melaporkan 30 kasus pada tahun 2022. Kondisi tersebut menegaskan perlunya kajian lokal karena penularan TB paru dipengaruhi oleh faktor individu, perilaku, dan lingkungan. Informasi mengenai faktor risiko di wilayah ini masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menggambarkan faktor risiko penderita TB paru di wilayah kerja Puskesmas Kota Selatan tahun 2025. Penelitian ini memakai desain deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sampel terdiri atas 45 responden yang ditentukan melalui teknik accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan hasil pemeriksaan Tes Cepat Molekuler (TCM). Data dianalisis secara univariat untuk melihat distribusi tiap faktor risiko. Sebagian besar responden berada pada kelompok usia dewasa 19–59 tahun sebesar 71,1% dan mayoritas berjenis kelamin perempuan sebesar 57,8%. Faktor risiko yang paling menonjol adalah kondisi fisik rumah tidak sehat, mencakup pencahayaan kurang, ventilasi alami tidak memadai, sirkulasi udara buruk, dan jenis lantai yang belum memenuhi syarat kesehatan, masing-masing sebesar 91,1%. Temuan serupa juga terlihat pada riwayat kontak dengan penderita TB, yaitu 91,1%, sedangkan kebiasaan merokok ditemukan pada 42,2% responden. Faktor risiko TB paru di wilayah kerja Puskesmas Kota Selatan berkaitan dengan lingkungan fisik rumah yang tidak sehat dan riwayat kontak dengan penderita TB. Upaya promotif dan preventif perlu diarahkan pada edukasi rumah sehat, peningkatan kewaspadaan masyarakat, penggunaan masker, perbaikan ventilasi, pembukaan jendela rutin, serta deteksi dini kontak serumah secara berkelanjutan oleh petugas puskesmas setempat secara aktif

References

Mar'iyah K, Zulkarnain. Patofisiologi penyakit infeksi tuberculosis. Pros Semin Nas Biol. 2021;7:88-92.

World Health Organization. Global tuberculosis report 2022. Geneva: WHO; 2022.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Laporan kinerja direktorat pencegahan dan pengendalian penyakit menular tahun 2022. Jakarta: Kemenkes RI; 2024.

Dinas Kesehatan Kota Gorontalo. Profil kesehatan Kota Gorontalo tahun 2022. Gorontalo: Dinkes Gorontalo; 2023.

Gulo A, Warouw SP, Brahmana NEB. Analisis faktor risiko kejadian penyakit tuberkulosis paru di wilayah kerja UPT Puskesmas Padang Bulan Kota Medan tahun 2020. J Healthc Technol Med. 2021;7(1):128-37.

Riyanto A. Association of contact history and housing with pulmonary TB. J Epidemiol Indones. 2021;9(4):203-10.

Puspita Sari DN. Hubungan kondisi fisik rumah dengan kejadian TB paru. J Kesehat Lingkung. 2020;12(2):98-105.

Happyanto MR, Ivone J, Nurazizah S. Gambaran faktor risiko dan komorbiditas pada pasien TB paru di Puskesmas Sukatani Kabupaten Purwakarta periode 2020-2023. J Med Health. 2024;6(2):22-30.

Dewi TL, Saraswati D, Maywati. Faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian tuberkulosis paru di wilayah kerja UPTD Puskesmas Purbaratu Kota Tasikmalaya tahun 2023. J Kesehat Komunitas Indones. 2024;20(1):9-19.

Feldman C, Anderson R, Richards G. Cigarette smoking and tuberculosis: mechanisms of susceptibility and outcomes. Pathogens. 2024;13(2):123-35.

Siregar SJ, Fahlevi MI, Lutfi F, Sriwahyuni S, Yulizar, Rafsanjani TM. Faktor-faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian tuberculosis pada kontak TBC positif berdasarkan data investigasi kontak di Kota Mataram. PREPOTIF J Kesehat Masy. 2025;9(2):6475-84.

Zakiudin A, Rakhmatillah N. Hubungan pencahayaan rumah dengan kejadian tuberkulosis paru di wilayah kerja Puskesmas Tonjong Kabupaten Brebes tahun 2021. J Ilmu Kedokt Kesehat Indones. 2021;1(3):124-32.

Monintja N, Warouw F, Pinontoan OR. Hubungan antara keadaan fisik rumah dengan kejadian tuberkulosis paru. Indones J Public Health Community Med. 2020;1(3):94-100.

Sahadewa S. Hubungan ventilasi rumah dengan kejadian tuberkulosis paru. J Kesehat Lingkung. 2019;11(2):112-20.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1077/MENKES/PER/V/2011 tentang Pedoman Penyehatan Udara Dalam Ruang Rumah. Jakarta: Kemenkes RI; 2011

Published

2026-06-08

How to Cite

Hana Aulia Putri, Mohamad Zukri Antuke, Nanang Roswita Paramata, Sitti Rahma, & Dzul Ikram Hasanuddin. (2026). Gambaran Faktor Risiko Pada Penderita TB Paru Di Wilayah Puskesmas Kota Selatan Tahun 2025. Jurnal Kesehatan Republik Indonesia, 3(7), 43–50. Retrieved from https://jurnal.intekom.id/index.php/jkri/article/view/2118