Hubungan Tingkat Personal Hygiene, Sanitasi Lingkungan, dan Status Gizi terhadap Kejadian Skabies pada Santri Laki-Laki di Pesantren Darussholah Dua Kota Pontianak
Keywords:
Skabies, Santri laki-laki, Personal hygiene, Sanitasi lingkungan, Status giziAbstract
Skabies merupakan penyakit kulit menular yang disebabkan oleh infestasi dan sensitasi Sarcoptes scabiei varietas hominis dan sering terjadi di Indonesia, terutama pada anak-anak hingga remaja. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan tingkat personal hygiene, sanitasi lingkungan, dan status gizi santri laki-laki dengan kejadian skabies di Pesantren Darussholah Dua Kota Pontianak. Penelitian menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sebanyak 54 santri laki-laki menjadi subjek penelitian. Data diperoleh melalui kuesioner personal hygiene, observasi sanitasi lingkungan, pengukuran indeks massa tubuh, dan pemeriksaan tanda kardinal skabies. Analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil menunjukkan 51 subjek (94,4%) positif skabies dan 43 subjek (79,63%) memiliki personal hygiene tidak baik. Terdapat hubungan bermakna antara personal hygiene dan kejadian skabies (p=0,040), serta antara sanitasi lingkungan dan kejadian skabies (p=0,000). Sebanyak 20 subjek (37,0%) memiliki status gizi normal, tetapi status gizi tidak berhubungan secara bermakna dengan kejadian skabies (p=0,964). Dengan demikian, personal hygiene dan sanitasi lingkungan berhubungan dengan kejadian skabies, sedangkan status gizi tidak menunjukkan hubungan yang bermakna
References
G. Micali, F. Lacarrubba, A. E. Verzì, O. Chosidow, and R. A. Schwartz, “Scabies: Advances in Noninvasive Diagnosis,” PLoS Negl. Trop. Dis., vol. 10, no. 6, Art. no. e0004691, Jun. 2016, doi: 10.1371/journal.pntd.0004691.
V. Kandi, “Laboratory Diagnosis of Scabies Using a Simple Saline Mount: A Clinical Microbiologist’s Report,” Cureus, vol. 9, no. 3, Art. no. e1102, Mar. 2017, doi: 10.7759/cureus.1102.
F. F. Vasanwala, C. Y. Ong, C. W. D. Aw, and C. H. How, “Management of scabies,” Singapore Med. J., vol. 60, no. 6, pp. 281-285, Jun. 2019, doi: 10.11622/smedj.2019058.
World Health Organization, “Scabies,” 2022. [Online]. Available: https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/scabies. [Accessed: Apr. 13, 2022].
S. C. Akmal, R. Semiarty, and G. Gayatri, “Hubungan Personal Hygiene Dengan Kejadian Skabies Di Pondok Pendidikan Islam Darul Ulum, Palarik Air Pacah, Kecamatan Koto Tangah Padang Tahun 2013,” J. Kesehat. Andalas, vol. 2, no. 3, pp. 164-167, 2013, doi: 10.25077/jka.v2i3.159.
K. L. Anderson and L. C. Strowd, “Epidemiology, Diagnosis, and Treatment of Scabies in a Dermatology Office,” J. Am. Board Fam. Med., vol. 30, no. 1, pp. 78-84, Jan.-Feb. 2017, doi: 10.3122/jabfm.2017.01.160190.
C. T. Mayrona, P. Subchan, and A. Widodo, “Pengaruh Sanitasi Lingkungan terhadap Prevalensi Terjadinya Penyakit Scabies di Pondok Pesantren Matholiul Huda Al Kautsar Kabupaten Pati,” J. Kedokt. Diponegoro, vol. 7, no. 1, pp. 100-112, Jan. 2018, doi: 10.14710/dmj.v7i1.19354.
K. Samosir, H. D. Sitanggang, and M. Yusuf MF, “Hubungan Personal Hygiene dengan Kejadian Skabies di Pondok Pesantren Madani Unggulan, Kabupaten Bintan,” J. Ilmu Kesehat. Masy., vol. 9, no. 3, 2020, doi: 10.33221/jikm.v9i03.499.
Rosa, D. Natalia, and A. Fitriangga, “Hubungan antara Tingkat Pengetahuan Skabies dan Personal Hygiene dengan Kejadian Skabies di Puskesmas Selatan 1, Kecamatan Singkawang Selatan,” Cermin Dunia Kedokt., vol. 47, no. 2, pp. 97-102, 2020, doi: 10.55175/cdk.v47i2.276.
H. Afienna, “Hubungan Personal Hygiene dan Sanitasi Lingkungan dengan Kejadian Penyakit Scabies di Pondok Pesantren Marifatul Ulum Bringin Kabupaten Ngawi,” Skripsi, STIKES Bhakti Husada Mulia Madiun, Madiun, Indonesia, 2018.
N. Haulah, “Hubungan Status Gizi dengan Penyakit Skabies pada Santri di Pondok Pesantren KHA Wahid Hasyim Bangil,” Skripsi, Universitas Muhammadiyah Malang, Malang, Indonesia, 2020.
Rosmila, “Sanitasi dan Perilaku Personal Hygiene Santri Pondok Pesantren Darul Abrar Kab. Bone Tahun 2013,” Skripsi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, Makassar, Indonesia, 2013.
A. Banerji and Canadian Paediatric Society, First Nations, Inuit and Métis Health Committee, “Scabies,” Paediatr. Child Health, vol. 20, no. 7, pp. 395-402, Oct. 2015, doi: 10.1093/pch/20.7.395.
N. N. Azizah, “Hubungan Antara Kebersihan Diri dan Lama Tinggal dengan Kejadian Penyakit Skabies di Pon-Pes Al-Hamdulillah Rembang,” Skripsi, Universitas Muhammadiyah Surakarta, Surakarta, Indonesia, 2013.
P. M. D. Anggreni and I. G. A. A. E. Indira, “Korelasi Faktor Predisposisi Kejadian Skabies pada Anak-Anak di Desa Songan, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Provinsi Bali,” E-Jurnal Med., vol. 8, no. 6, 2019.
V. Edia Sari, “Hubungan Status Gizi dan Higiene Perorangan Santri dengan Kejadian Skabies pada Pondok Pesantren Darussalam Kabupaten Tebo Tahun 2016,” Skripsi, Universitas Andalas, Padang, Indonesia, 2016.
N. Sari, L. M. Azzahri, and Yusmardiansah, “Hubungan Sanitasi Lingkungan dan Personal Hygiene dengan Kejadian Skabies di Pondok Pesantren Anshor Al-Sunnah Tahun 2021,” J. Kesehat. Tambusai, vol. 2, no. 4, pp. 9-17, 2021, doi: 10.31004/jkt.v2i4.2291.
M. Sa’adatin and T. S. Ismail, “Hubungan Higiene Perorangan, Sanitasi Lingkungan dan Riwayat Kontak dengan Kejadian Skabies,” J. Kesehat. Masy. Indones., vol. 10, no. 1, pp. 30-37, 2015, doi: 10.26714/jkmi.v10i1.2376.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Prisma Annisa, Muhammad Ibnu Kahtan, Iit Fitrianingrum

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.











