Analisis Pengaruh Harga Gula Pasir Terhadap Tingkat Permintaan Minuman Kemasan “Lafita” Di Kota Garut
Keywords:
Harga Gula Pasir, Permintaan, Elastisitas, Lafita, UMKMAbstract
Perubahan harga gula pasir sebagai bahan baku utama minuman manis menjadi salah satu faktor yang memengaruhi permintaan produk minuman kemasan, termasuk minuman Lafita di Kota Garut. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh harga gula pasir terhadap tingkat permintaan minuman Lafita serta mengukur elastisitas permintaannya. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif dan asosiatif. Data primer diperoleh melalui wawancara langsung dengan pedagang Lafita mengenai perkembangan harga gula dan jumlah permintaan mingguan. Analisis dilakukan menggunakan regresi linear sederhana untuk mengetahui besar dan arah pengaruh variabel harga terhadap permintaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kenaikan harga gula dari Rp14.000 menjadi Rp18.000 per kilogram menurunkan permintaan dari 300 cup menjadi 220 cup per minggu. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,993 menandakan bahwa perubahan harga gula mampu menjelaskan 99,3 persen variasi permintaan minuman Lafita. Nilai elastisitas sebesar -0,933 mengindikasikan bahwa permintaan bersifat inelastis, sehingga kenaikan harga gula tetap menurunkan permintaan, namun tidak secara proporsional. Temuan ini menegaskan bahwa fluktuasi harga gula pasir berpengaruh signifikan terhadap permintaan minuman Lafita dan penting dipertimbangkan dalam pengambilan keputusan produksi dan penetapan harga.
References
A. Nugroho, R. Anindita, and B. Setiawan, “Food commodity price volatility and inflation dynamics in Indonesia,” Journal of Asian Economics, vol. 72, pp. 101–112, 2021, doi: 10.1016/j.asieco.2020.101272.
S. Kustiari and M. H. Sawit, “Sugar market structure and price stabilization policy in Indonesia,” Economic Journal of Emerging Markets, vol. 13, no. 2, pp. 134–145, 2021, doi: 10.20885/ejem.vol13.iss2.art5.
R. Hapsari and D. Pranitasari, “Impact of raw material price fluctuations on MSME performance in Indonesia,” Jurnal Ekonomi dan Kebijakan, vol. 15, no. 1, pp. 87–98, 2022, doi: 10.15294/jejak.v15i1.34521.
B. P. S. Indonesia, “Harga rata-rata gula pasir nasional dan inflasinya,” BPS Statistical Review, vol. 6, no. 1, pp. 22–30, 2025.
M. Suryana and I. Simatupang, “Supply chain disruption and logistics costs in Indonesian food commodities,” International Journal of Supply Chain Management, vol. 11, no. 4, pp. 45–54, 2022.
Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, “Kinerja produksi dan neraca gula nasional,” Buletin Perdagangan Dalam Negeri, vol. 8, no. 3, pp. 1–12, 2024.
[T. P. Nugraha and L. Sari, “Cost structure and pricing strategy in beverage MSMEs,” Jurnal Manajemen dan Kewirausahaan, vol. 24, no. 2, pp. 101–110, 2022, doi: 10.9744/jmk.24.2.101-110.
A. Marshall, Principles of Economics, 8th ed. London, UK: Palgrave Macmillan, 2020.
A. Widarjono, “Price elasticity of demand for sugar-sweetened beverages in Indonesia,” PLOS One, vol. 18, no. 6, pp. 1–15, 2023, doi: 10.1371/journal.pone.0286543.
N. S. Putri, Y. Mahendradhata, and L. Thabrany, “Household consumption patterns of sugar-sweetened beverages in Indonesia,” Journal of Public Health and Development, vol. 21, no. 1, pp. 45–58, 2023.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Restu Aulia, Hermalia Nurfadilah, Ariza Sanjay Kusumah, Ira Murwenie

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.















