Model Pengembangan UMKM Syariah Berbasis Budaya Melayu Dan Nilai Islam Di Bengkalis

Authors

  • Bella Sri Utama Institut Syariah Negeri Junjungan (ISNJ) Bengkalis
  • Fitria Rahmadani Institut Syariah Negeri Junjungan (ISNJ) Bengkalis
  • Supriyati Institut Syariah Negeri Junjungan (ISNJ) Bengkalis

Keywords:

UMKM Syariah, Budaya Melayu, Nilai Islam, Modal Sosial, Manajemen Bisnis Syariah

Abstract

Pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) syariah merupakan salah satu strategi penting dalam memperkuat perekonomian masyarakat berbasis nilai-nilai Islam dan kearifan lokal. Kabupaten Bengkalis sebagai daerah yang memiliki identitas budaya Melayu yang kuat menawarkan potensi besar dalam pengembangan model UMKM syariah yang mengintegrasikan nilai budaya lokal dengan prinsip-prinsip ekonomi Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis model pengembangan UMKM syariah berbasis budaya Melayu dan nilai Islam di Kabupaten Bengkalis serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan dan keberlanjutan usaha. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap 18 informan yang terdiri atas pelaku UMKM syariah, tokoh masyarakat Melayu, pendamping UMKM, akademisi ekonomi syariah, dan perwakilan pemerintah daerah. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan secara interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya Melayu yang tercermin dalam nilai amanah, musyawarah, gotong royong, kekeluargaan, dan tolong-menolong memiliki peran penting dalam membentuk modal sosial yang mendukung keberlangsungan UMKM syariah. Nilai-nilai Islam seperti kejujuran, keadilan, tanggung jawab, dan orientasi keberkahan juga menjadi landasan utama dalam praktik bisnis. Selain itu, modal sosial dan adaptasi terhadap teknologi digital terbukti berkontribusi dalam meningkatkan daya saing usaha. Penelitian ini menghasilkan model pengembangan UMKM syariah yang mengintegrasikan budaya Melayu, nilai Islam, modal sosial, dan digitalisasi sebagai faktor utama keberlanjutan usaha. Temuan penelitian memberikan kontribusi teoretis bagi pengembangan ilmu Manajemen Bisnis Syariah serta menjadi rekomendasi praktis bagi pemerintah dan pemangku kepentingan dalam merancang program pemberdayaan UMKM berbasis kearifan lokal dan nilai-nilai Islam.

References

Adinugraha, H. H., Fikri, M. K., & Andrean, R. (2024). Halal industry, digital economy, and creative economy: Challenges and opportunities for MSMEs in Indonesia. Journal of Islamic Economics Management and Business, 6(2), 145–162.

Hefner, R. W. (2021). Islam and the moral economy in Southeast Asia. Routledge.

Rosita, R., Hidayat, S., & Maulida, A. (2022). Local wisdom and Islamic business ethics in strengthening MSMEs sustainability. International Journal of Islamic Business Ethics, 7(2), 145–158.

Putnam, R. D. (2000). Bowling alone: The collapse and revival of American community. Simon & Schuster.

Zulfahmi, Z., Sadi, S., Kaka, A. A., & Dandi, M. (2025). Analisis dampak digitalisasi terhadap kinerja UMKM di Kabupaten Bengkalis: Perspektif ekonomi syariah. Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Manajemen, 3(4), 112–126.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2020). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (4th ed.). Sage Publications.

Bourdieu, P. (2020). The forms of capital. In M. Granovetter & R. Swedberg (Eds.), The sociology of economic life (4th ed., pp. 78–92). Routledge.

Auda, J. (2021). Maqasid al-shariah as philosophy of Islamic law: A systems approach. The International Institute of Islamic Thought.

Rogers, E. M. (2021). Diffusion of innovations (5th ed.). Free Press.

Wahyudi, A., Nugroho, S., & Firmansyah, M. (2022). Social capital and sustainability of community-based micro enterprises. Journal of Small Business and Entrepreneurship, 34(4), 401–418.

Published

2026-06-08

How to Cite

Bella Sri Utama, Fitria Rahmadani, & Supriyati. (2026). Model Pengembangan UMKM Syariah Berbasis Budaya Melayu Dan Nilai Islam Di Bengkalis. Indonesian Journal of Economics Management and Accounting, 3(6), 936–946. Retrieved from https://jurnal.intekom.id/index.php/ijema/article/view/2117