Fenomena Fomo Pada Pelaku Umkm Dalam Mengadopsi Tren Jajanan Viral Dan Implikasinya Dalam Keberlanjutan Usaha
Keywords:
FOMO, UMKM, Tren Viral, Inovasi, Keberlanjutan UsahaAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena Fear of Missing Out (FOMO) pada pelaku UMKM dalam mengadopsi tren jajanan viral serta dampaknya terhadap keberlanjutan usaha. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif-analitis, dengan sumber data berupa konten media sosial dan laman berita yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa FOMO mendorong pelaku usaha untuk mengambil keputusan bisnis secara cepat dan cenderung impulsif tanpa perencanaan yang matang, seperti riset pasar dan diferensiasi produk. Hal ini menyebabkan banyak usaha hanya bertahan dalam jangka pendek karena bergantung pada viralitas semata. Studi kasus seperti cireng dan Dubai Chocolate menunjukkan bahwa inovasi produk, strategi pemasaran digital, serta penguatan branding mampu mendukung keberlanjutan usaha. Sebaliknya, produk seperti es kepal Milo dan odading Mang Oleh cenderung mengalami penurunan karena kurangnya inovasi dan diferensiasi. Oleh karena itu, keberlanjutan usaha tidak cukup mengandalkan tren viral, tetapi memerlukan strategi jangka panjang melalui inovasi, kualitas produk, dan pengelolaan bisnis yang adaptif
References
Erislan, “Fenomena Fear Of Missing Out ( Fomo ) Sebagai Alat Pemasaran : Studi Pada Industri Kuliner,” Jurnal Ilmiah Manajemen dan Kewirausahaan, vol. 5, no. 2, pp. 39–46, 2025, doi: https://doi.org/10.55606/jimak.v5i2.
A. K. Przybylski, K. Murayama, C. R. Dehaan, and V. Gladwell, “Com puters in Human Behavior Motivational , emotional , and behavioral correlates of fear of missing out,” Comput. Human Behav., vol. 29, no. 4, pp. 1841–1848, 2013, doi: 10.1016/j.chb.2013.02.014.
B. Sudrajat and A. Wahyuningsih, “Manajemen Pengaturan Jam Kerja Untuk Pendekatan Gender Di Apotek Enggal Sehat,” Jurnal EKonomi Manajemen, vol. 9, no. November, pp. 105–114, 2023.
D. Mariska, “Pengaruh FOMO pada keputusan konsumsi generasi muda di industri kuliner,” Jurnal Komunikasi Digital Indonesia, vol. 6, no. 2, pp. 112–126, 2024.
Tantri, D. Octaviani, and Arweni, “Fear Of Missing Out (Fomo) Dalam Membentuk Self Control Dan Impulse Buying Pembelian Coffee Shop Viral Dipontianak,” Jurnal Equilibrium Manajemen (JEM), vol. 11, no. 1, 2025.
S. S. Wachyuni et al., “Fenomena Fear Of Missing Out ( Fomo ) Terhadap Kep Utusan Pembelian Restoran Viral Karen ’ S Diner,” Jurnal Bisnis Hospitaliti, vol. 13, no. 1, pp. 89–101, 2024, doi: https://doi.org/10.52352/jbh.v13i1.1382.
Z. I. Hasan and M. A. Revinzky, “Fear of Missing Out and Social Media Usage as Catalysts for Entrepreneurial Interest through Entrepreneurial Motivation,” Journal of Economics, Entrepreneurship, Management Business and Accounting (JEEMBA), vol. 3, no. 1, pp. 35–45, 2025, doi: 10.61255/jeemba.v3i1.565.
R. Prada, “Mengenal Asal Usul Cireng: Makanan Khas Sunda,” Melati Putra Jaya. [Online]. Available: https://www.melatiputrajaya.com/mengenal-asal-usul-cireng/
Mila Novita, “5 Fakta tentang Cokelat Dubai yang Viral, dari Pencipta hingga Harga,” Tempo.co. [Online]. Available: https://www.tempo.co/hiburan/5-fakta-tentang-cokelat-dubai-yang-viral-dari-pencipta-hingga-harga-1175020
F. Suryaningtyas, “7 Kreasi Cokelat Dubai Viral yang Bisa Dibeli di Indonesia.,” IDN Times. [Online]. Available: https://www.idntimes.com/food/dining-guide/kreasi-cokelat-dubai-viral-yang-bisa-dibeli-di-indonesia-00-mk1yf-v8g0k4
A. N. Sabrina, “Cokelat Dubai: Lebih dari Sekedar Viral, Ini Dampaknya bagi Tren Kuliner Global,” Kumparan. [Online]. Available: https://kumparan.com/alfiah-nur-sabrina/cokelat-dubai-lebih-dari-sekedar-viral-ini-dampaknya-bagi-tren-kuliner-global-245GatXiK3F
Anindita, “Cokelat Dubai Viral: Tren Lezat untuk Si Paling Sweettooth,” Nibble.id. [Online]. Available: https://www.nibble.id/cokelat-dubai-viral/
D. O. Purba and D. Maharani, “Cerita penjual es kepal Milo yang berdiri 8 jam melayani pembeli,” Kompas.com. [Online]. Available: https://megapolitan.kompas.com/read/2018/04/20/09572731/cerita-penjual-es-kepal-milo-yang-berdiri-8-jam-melayani-pembeli%0A
Arlinda, “Es kepal Milo, inovasi baru menikmati Milo di Bandung.,” InfoBDG.
M. Hidayatullah and H. U. Anisah, “Adaptasi Pasar terhadap Tren Makanan Viral di Banjarmasin , Kalimantan Selatan : Peluang Bisnis bagi Wirausaha Kuliner Lokal,” Jurnal Kajian dan Penalaran Ilmu Manajemen, vol. 2, no. 4, pp. 70–92, 2024, doi: https://doi.org/10.59031/jkpim.v2i4.505.
I. Turmudi and P. M. Agustini, “Perilaku Konsumen dalam Mengonsumsi Makanan Viral : Studi Kasus Tren Kuliner Mie Gacoan di Kalangan Gen Z di Media Sosial,” J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah, vol. 4, no. 4, pp. 2239–2254, 2025, doi: https://doi.org/10.56799/jceki.v4i4.9359.
P. Kurniati, “Cerita Mang Oleh, pemilik odading ‘rasa Iron Man’ jualan 30 tahun viral usai video Ade Londok,” Kompas.com. [Online]. Available: https://regional.kompas.com/read/2020/09/17/05450041/cerita-mang-oleh-pemilik-odading-rasa-iron-man-jualan-30-tahun-viral-usai%0A
D. Septina, “Odading Mang Oleh, makanan viral langganan tokoh nasional.,” Kompas TV. [Online]. Available: https://www.kompas.tv/article/108763/odading-mang-oleh-makanan-viral-langganan-sby-dan-ibu-ani-hingga-jadi-suguhan-george-bush%0A
M. Ali, “Dinamika Tren Kuliner Asing dan Tantangan Pelestarian Kuliner Tradisional di Indonesia,” Journal of Economics, Business, Management, Accounting and Social Sciences (JEBMASS), vol. 3, no. 3, pp. 137–147, 2025, doi: https://doi.org/10.63200/jebmass.v4i3.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Melfiana Khoirunnisa, Nada Zahra Radhatul Jannah, Reza Mahendra Nunggal Saputra, Mursidin

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.













