Implementasi Nilai Kesederhanaan Dalam Kehidupan Sehari-Hari Taruna Akademi Kepolisian

Authors

  • Dear Natali Nainggolan Akademi Kepolisian
  • Surya Dini Akademi Kepolisian

Keywords:

Nilai kesederhanaan, Implementasi kesederhanaan, Taruna Kepolisian, Akademi Kepolisian

Abstract

Pendidikan karakter merupakan salah satu hal yang sangat penting yang ditujukan untuk bisa dipelajari dan juga diimplementasikan oleh seluruh pelajar, yang ada di Indonesia. Tidak terkecuali bagi para Taruna yang sedang menjalani program pembelajaran di Akademi Kepolisian.  Adanya Akademi yang dijalankan oleh pelajar yang nantinya akan mengemban beban dan juga tanggung jawab sebagai polisi tentu saja dibutuhkan adanya pembekalan karakter dan juga nilai-nilai yang berkaitan dengan moral dan etika. Sehingga nantinya diharapkan dapat bekerja secara profesional dan melayani rakyat sesuai dengan tujuan serta tanggung jawab utamanya.  Salah satunya adalah nilai kesederhanaan yang dapat diimplementasikan setiap harinya oleh para Taruna Akademi Kepolisian. Implementasi dari nilai kesederhanaan bukanlah sesuatu yang mudah untuk dilakukan ada banyak sekali tantangan dan juga kesulitan yang bisa diterapkan. Selain itu nilai kesederhanaan ini menjadi cerminan di kemudian hari para Taruna akademik yang lulus dan menjadi polisi, untuk bisa bekerja secara profesional tanpa terpengaruh oleh berbagai kemungkinan yang dapat mengganggu nilai etika, moral, dan juga prinsip sebagai seorang kepolisian. Misalnya saja korupsi kolusi dan juga nepotisme. 

References

Subagyo, S. (2013). Potret Pendidikan Sejarah Di Akademi Kepolisian Untuk Pembentukan Karakter Polisi Sipil. Paramita: Historical Studies Journal, 23(1).

Ferdianti, C. I., & Prastowo, S. H. B. (2021). Pengaruh kultur sekolah terhadap karakter disiplin siswa di SMA negeri 2 Taruna Bhayangkara. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 7(7), 409-414.

Musthofa. (2015). Kehidupan sufistik pada Pondok Pesantren Bibahri „Asfarah Sananrejo, Turen Malang. Jurnal Teologia, 26(2).

Yulianto, A. (Ed.). (2011). The international conference on psychology of resilience. Depok: LPSP3 UI.

Greene, R.R., & Conrad, A.P. (2002). Basic assumptions and terms. In R.R. Greene (Ed.), Resiliency: An integrated approach to practice, policy, and research. Washington, DC: NASW Press. https://doi.org/10.1037/0002-9432.72.4.596.

Post, B. C., & Wade, N. G. (2009). Religion and spirituality in psychotherapy: A practice‐friendly review of research. Journal of clinical psychology, 65(2), 131-146.

Long, S. L. (2011). The relationship between religiousness/spirituality and resilience in college students. ProQuest Dissertations and Theses. ProQuest.

Syibli, Y. M. (2024). Peran Pendidikan Agama Islam Dalam Meningkatkan Etika Profesional Taruna Di Akademi Kemaritiman: My Campaign Journal. My Campaign Journal, 6(2).

Lalo, K. (2018). Menciptakan generasi milenial berkarakter dengan Pendidikan karakter guna menyongsong era globalisasi. Jurnal Ilmu Kepolisian, 12(2), 8-8.

Fabriar, S. R. (2020). AGAMA, MODERNITAS DAN MENTALITAS: Implikasi Konsep Qana’ah Hamka Terhadap Kesehatan Mental. MUHARRIK: Jurnal Dakwah Dan Sosial, 3(02), 227-243.

Downloads

Published

2025-03-20

How to Cite

Dear Natali Nainggolan, & Surya Dini. (2025). Implementasi Nilai Kesederhanaan Dalam Kehidupan Sehari-Hari Taruna Akademi Kepolisian. Indonesian Journal of Law, 2(3), 61–67. Retrieved from https://jurnal.intekom.id/index.php/inlaw/article/view/1164