Efektivitas Program Pembinaan Pemasyarakatan dalam Mendorong Desistance dari Kejahatan dan Kemandirian Ekonomi Narapidana Pasca Bebas

Authors

  • Dewan Musyawarah Taruna Politeknik Pengayoman Indonesia

Keywords:

Pembinaan Pemasyarakatan, Desistance, Reintegrasi, Kemandirian Ekonomi

Abstract

Efektivitas program pembinaan pemasyarakatan dalam mendorong proses desistance from crime serta membangun kemandirian ekonomi narapidana setelah bebas. Desistance dipahami sebagai proses bertahap ketika seseorang mengurangi atau berhenti melakukan tindak kriminal karena adanya perubahan pribadi, dukungan lingkungan, dan tersedianya peluang hidup yang lebih konstruktif. Penelitian ini menggunakan pendekatan normatif–empiris dengan menelaah kerangka hukum pemasyarakatan, teori-teori kriminologi terkait perubahan perilaku, serta temuan empiris mengenai pelatihan keterampilan, sertifikasi kompetensi, dan kegiatan kerja narapidana. Hasil analisis menunjukkan bahwa pembinaan memiliki peran penting dalam membentuk motivasi dan kesiapan narapidana untuk hidup mandiri, terutama melalui pelatihan vokasional, pendidikan kepribadian, dan program kerja berbasis keterampilan. Namun, efektivitas program masih menghadapi hambatan seperti keterbatasan akses pelatihan, ketimpangan fasilitas antar lembaga pemasyarakatan, minimnya pendampingan pasca-bebas, serta terbatasnya akses permodalan dan kesempatan kerja. Artikel ini menegaskan bahwa keberhasilan pembinaan dalam mendorong desistance sangat ditentukan oleh keberlanjutan dukungan setelah narapidana bebas, termasuk akses modal usaha, kesempatan kerja yang terbuka, dan jejaring sosial yang mendukung reintegrasi

References

Shadd Maruna, Making Good: How Ex-Convicts Reform and Rebuild Their Lives, Washington DC: American Psychological Association, 2001.

Fergus McNeill, “Why Do People Stop Offending?,” Scottish Centre for Crime and Justice Research, 2012.

E. Goffman, Stigma: Notes on the Management of Spoiled Identity, New York: Touchstone, 1963.

Stephen Farrall dan Adam Calverley, Understanding Desistance from Crime, London: Open University Press, 2006.

Dwi Haryadi, “Pelaksanaan Pelatihan Keterampilan bagi Narapidana sebagai Upaya Pembinaan,” Jurnal Ilmu Pemasyarakatan 5, no. 2 (2021)

A. Rahmawati, “Tantangan Implementasi Pelatihan Kerja di Lapas,” Jurnal Reformasi Hukum 9, no. 1 (2022). 7 N. Weaver, “Desistance, Reflexivity and Identity,” European Journal of Probation 1, no. 2 (2009).

Stephen Farrall dan Adam Calverley, Understanding Desistance from Crime, London: Open University Press, 2006.

Shadd Maruna, Making Good, Washington DC: APA, 2001.

N. Weaver, “Desistance, Reflexivity and Identity,” European Journal of Probation 1, no. 2 (2009).

Chris Uggen, “Work as a Turning Point in the Life Course of Criminals,” American Sociological Review 65, no. 4 (2000).

A. Rahmawati, “Tantangan Implementasi Pelatihan Kerja di Lapas,” Jurnal Reformasi

Hukum 9, no. 1 (2022).

Dwi Haryadi, “Pelaksanaan Pelatihan Keterampilan bagi Narapidana,” Jurnal Ilmu Pemasyarakatan 5, no. 2 (2021).

E. Goffman, Stigma, New York: Touchstone, 1963.

Downloads

Published

2026-02-17

How to Cite

Dewan Musyawarah Taruna. (2026). Efektivitas Program Pembinaan Pemasyarakatan dalam Mendorong Desistance dari Kejahatan dan Kemandirian Ekonomi Narapidana Pasca Bebas. Indonesian Journal of Law, 3(2), 71–77. Retrieved from https://jurnal.intekom.id/index.php/inlaw/article/view/1943