Pergeseran Paradigma Standing Citizen Lawsuit Di Peradilan Tata Usaha Negara (Analisis Konvergensi Peraturan Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2019 dan Nomor 1 Tahun 2023)

Authors

  • Pebri Anwar Universitas Pamulang

Keywords:

Gugatan Warga Negara, Onrechtmatige Overheidsdaad, Procedural Deadlock

Abstract

Peralihan kompetensi mengadili Perbuatan Melawan Hukum oleh Penguasa ke PTUN melalui PERMA 2/2019 memperluas objek sengketa hingga mencakup tindakan faktual. Namun, perluasan ini memicu kekosongan hukum acara karena karakteristik sengketa publik berbeda dengan sengketa tata usaha negara konvensional. Penelitian hukum normatif ini menemukan adanya kegagalan sistemik berupa procedural deadlock pada perkara citizen lawsuit. Hukum acara PTUN masih terikat asas point d’interet, point d’action, yang mewajibkan pembuktian kerugian langsung (direct interest), sehingga menjegal hak gugat publik. Kebuntuan tersebut diselesaikan melalui integrasi doktrin progresif dalam PERMA 1/2023 yang mengakomodasi indirect interest dan potential damage. Penelitian menyimpulkan bahwa konvergensi PERMA 2/2019 dan PERMA 1/2023 berhasil menyusun cetak biru hukum acara citizen lawsuit yang universal di PTUN. Melalui penemuan hukum, doktrin indirect interest harus dianalogikan secara ekstensif pada sengketa publik non-lingkungan hidup demi memulihkan akses keadilan. Konstruksi ini penting demi menjamin kepastian hukum yang berkeadilan bagi masyarakat luas

References

P. M. Hadjon, Perlindungan Hukum Bagi Rakyat Di Indonesia. Surabaya: Bina Ilmu, 2017, pp. 45-47.

Ridwan HR, Hukum Administrasi Negara. Jakarta: RajaGrafindo Persada, 2016., pp. 112.

D. T. Istiqamah, S. Suwandoko, dan T. Tendiyanto, "Sifat Eksekutorial Putusan Gugatan Warga Negara (Citizen Lawsuit) pada Sistem Peradilan di Indonesia," Literasi Hukum, vol. 7, no. 1, p. 102, 2022,, https://doi.org/10.31002/lh.v7i1.7518.

D. Panggabean, A. R. T. Ridlo, dan V. W. Asmaradana, "Perbandingan Concept Citizen Lawsuit atau Gugatan Warga Negara terhadap Kebijakan Pemerintah di Berbagai Negara (Studi Perbandingan Indonesia, Amerika Serikat dan Belanda)," Journal of Studia Legalia, vol. 5, no. 1, pp. 4–6, 2024, https://doi.org/10.61084/jsl.v5i01.99.

K. A. Sudiarawan, A. Y. Karunian, Dewa G. S. Mangku, dan B. Hermanto, "Discourses on Citizen Lawsuit as Administrative Dispute Object: Government Administration Law vs. Administrative Court Law," JILS (Journal of Indonesian Legal Studies), vol. 7, no. 2, p. 454, 2022, https://doi.org/10.15294/jils.v7i2.60166.

B. Gadsia dan S. Zuliyah, "Rekonsepsi Gugatan Citizen Law Suit sebagai Sengketa TUN dalam Perspektif Hukum Kesejahteraan," Jurnal Hukum Lex Generalis, vol. 6, no. 10, pp. 8–9, 2025, https://doi.org/10.56370/jhlg.v6i10.1327.

Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara.

A. W. Sari dkk., "Analisis Yuridis Amar Putusan Dalam Perkara Citizen Lawsuit (CLS) Terkait Ijazah Jokowi: Studi Kasus Putusan Nomor 211/Pdt.G/2025/PN Skt," Majelis: Jurnal Hukum Indonesia, vol. 3, no. 2, p. 107, 2026, https://doi.org/10.62383/majelis.v3i2.1644.

E. Satmiadji dkk., Citizen Lawsuit di Indonesia: Tinjauan terhadap Subtansi, Prosedur, serta Eksekusi, N. Astriani dan N. Dzahabiyyah, Eds. Jakarta: Indonesia Center for Environmental Law, 2022. pp. 113.

M. R. Barokah dan A. Erliyana, "Pergeseran Kompetensi Absolut Dari Peradilan Umum Ke Peradilan Tata Usaha Negara: Gugatan Perbuatan Melawan Hukum Oleh Penguasa (Onrechtmatige Overheidsdaad)," Jurnal Hukum & Pembangunan, vol. 51, no. 4, pp. 839–841, 2021, https://doi.org/10.21143/jhp.vol51.no4.3290.

W. E. Pramana dan W. Awiati, "Gugatan Citizen Lawsuit dalam Perkara Lingkungan Hidup di Indonesia: Eksistensi dan Perkembangan," Simbur Cahaya, vol. 31, no. 1, p. 87, 2024, https://doi.org/10.28946/sc.v31i1.3266.

P. M. Marzuki, Penelitian Hukum: Edisi Revisi. Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2017, pp. 47-50.

J. M. Muslimin dan Y. Fatma, "The Actualization of Justice in the Settlement of Joint Assets Due to Divorce: Comparative Analysis of Decisions of the Religious Courts," De Jure: Jurnal Hukum dan Syar’iah, vol. 12, no. 2, pp. 182–184, 2020, http://dx.doi.org/10.18860/j-fsh.v12i2.9064.

S. Mertokusumo, Hukum Acara Perdata Indonesia. Yogyakarta: Cahaya Atma Pustaka, 2013, pp. 12-14.

A. H. Desai dan S. Muralidhar, "Public Interest Litigation: Potential and Problems," dalam Supreme but not Infallible, B. N. Kirpal et al., Eds. New Delhi: Oxford University Press, 2000, pp. 3–13.

M. Cousins, "How Public Interest Law and Litigation Can Make a Difference to Marginalised Groups," dalam Public Interest Law in Ireland: Conference Proceedings. Dublin: FLAC, 2006, pp. 11–13, https://www.flac.ie/assets/files/pdf/flac_pil_proceedings.pdf.

G. S. Arsitama, M. Fakih, dan F. Sumarja, "Citizen Lawsuit as a Pillar of Democracy and Dignified Justice," IJMMU, vol. 12, no. 10, p. 5, 2025, http://dx.doi.org/10.18415/ijmmu.v12i10.7096.

B. S. Ramos, "Environmental Public Interest Litigation in Nigeria: The Paradigm Shift in COPW V. NNPC," EULJ, vol. 3, pp. 285–304, 2020, https://dx.doi.org/10.2139/ssrn.4824748.

Putusan Pengadilan Tata Usaha Negara Jakarta Nomor 307/G/TF/2022/PTUN-JKT.

Putusan Pengadilan Tata Usaha Negara Yogyakarta Nomor 7/G/2023/PTUN.YK.

S. L. Cummings, "Public interest litigation in comparative perspective," Australian Journal of Human Rights, vol. 27, no. 1, pp. 2–10, 2021, https://doi.org/10.1080/1323238X.2021.1874238.

P. Anwar, "Legal Standing Gugatan Citizen Lawsuit Dalam Sistem Hukum di Indonesia (Analisis Teoritis Prospek Pembaharuan Hukum Peradilan Tata Usaha Negara)," Magister Hukum thesis, Universitas Pamulang, Tangerang Selatan, Indonesia, 2025.

Peraturan Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2023 tentang Pedoman Mengadili Perkara Lingkungan Hidup.

F. Schauer dan B. A. Spellman, "Probabilistic Causation in the Law," University of Virginia School of Law Paper Series, no. 2020-43, pp. 7–8, Mei 2020, https://papers.ssrn.com/sol3/papers.cfm?abstract_id=3599418.

A. Paleczna, "Actio directa and Indirect Consequences of Damage in the Conflict-of-law Perspective," Gdańskie Studia Prawnicze, vol. 55, no. 3, pp. 11–65, 2023, https://gsp.ug.edu.pl/index.php/gdanskie_studia_prawnicze/article/view/9571/8601.

S. Mertokusumo, Penemuan Hukum: Sebuah Pengantar. Yogyakarta: Liberty, 2019, pp. 23-36

Published

2026-06-29

How to Cite

Pebri Anwar. (2026). Pergeseran Paradigma Standing Citizen Lawsuit Di Peradilan Tata Usaha Negara (Analisis Konvergensi Peraturan Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2019 dan Nomor 1 Tahun 2023). Indonesian Journal of Law, 3(6), 203–216. Retrieved from https://jurnal.intekom.id/index.php/inlaw/article/view/2184