Implementasi Terapi Komplementer Bekam Pada Pasien Tekanan Darah Tinggi di Rumah Bekam Al-Kaahil Jember

Authors

  • Sulhamdani Fadli Sutrisna Universitas Muhammadiyah Jember
  • Wahyudi Widada Universitas Muhammadiyah Jember

Keywords:

Bekam, Hipertensi, Tekanan Darah, Terapi Komplementer

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit kronis yang ditandai oleh peningkatan tekanan darah sistolik ≥140 mmHg secara persisten yang berisiko menimbulkan komplikasi serius seperti stroke dan gagal jantung. Salah satu pendekatan non-farmakologis yang banyak digunakan adalah terapi komplementer bekam. Metode mengeluarkan darah kotor melalui sayatan kecil pada kulit setelah proses penghisapan dengan alat khusus. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi terapi bekam pada pasien hipertensi di Rumah Bekam Al-Kaahil Jember. Desain penelitian menggunakan studi kasus deskriptif pada seorang pasien dengan hipertensi. Data diperoleh melalui wawancara, observasi fisik, dokumentasi serta pengukuran tekanan darah sebelum dan sesudah intervensi. Terapi bekam dilakukan selama empat hari pada tujuh titik spesifik yaitu Al-Akhda’ain, Al-Kaahil, Al-Katifain, dan Al-Warik. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan tekanan darah sistolik dari 144 mmHg menjadi 130 mmHg setelah intervensi hari pertama kemudian stabil pada rata-rata 140 mmHg hingga hari keempat. Temuan ini menunjukkan bahwa terapi bekam berpotensi menjadi intervensi komplementer yang efektif untuk membantu menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi. Penelitian lebih lanjut dengan sampel yang lebih besar dan desain eksperimental disarankan untuk memperkuat bukti ilmiah.

References

A. Suhaela and F. Indah, “Terapi Bekam Terhadap Tingkat Nyeri pada Pasien Hipertensi di Wilayah Pesisir : Studi Kasus,” Madago Nurs. J., vol. 3, no. 1, pp. 50–56, 2021.

A. Jatimi, P. Olwan, Y. Amilia, and M. Hidayat, “Penerapan Prosedur Terapi Bekam Basah Pada Pasien Ansietas,” Indones. Heal. Sci. J., vol. 2, no. 2, pp. 57–63, 2022, doi: 10.52298/ihsj.v2i2.30.

I. Hadi, L. Rosyanti, M. Saranani, and A. S. Yakub, “Evaluation of Complementary Cupping Therapy in the Management of Hypertension and Triglyceride Levels in Coastal Fishermen Communities,” Public Heal. Indones., vol. 10, no. 2, pp. 237–246, 2024, doi: 10.36685/phi.v10i2.806.

Z. S. R. Annisa, “Efektifitas Terapi Bekam Pada Penderita Hipertensi:,” vol. 1, no. 109, pp. 36–41, 2021.

N. S. Y. R. A. Asmah, “Penerapan Terapi Alternatif Komplementer Bekam Dalam Menurunkan Tekanan Darah Pasien Hipertensi: Tinjauan Literatur,” J. Keperawatan, vol. 14, no. 3, pp. 855–862, 2022.

M. Pasaribu, “Complementary cupping effectively lowers blood pressure in hypertension,” Sci. Midwifery, vol. 11, no. Jun 2023, 2023.

L. K. Wu et al., “The efficacy and safety of cupping as complementary and alternative therapy for metabolic syndrome: A systematic review and meta-analysis,” Med. (United States), vol. 102, no. 13, p. E33341, 2023, doi: 10.1097/MD.0000000000033341.

L. Jeni, T. Tahiruddin, and C. H. Rosjidi, “The Effectiveness of Wet Cupping Complementary Therapy to Decrease Blood Pressure in Hypertension Patients at Kolaka,” Klasics, vol. 3, no. 02, pp. 23–32, 2023, doi: 10.46233/klasics.v3i02.1025.

I. Y. Khomsah and R. D. Nurani, “Pengaruh Terapi Bekam Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pasien Hipertensi The Effect of Cupping Therapy on Reducing Blood Pressure in Hypertensive Patients,” vol. 6, pp. 12–18, 2024.

N. Asmah, Y. Syam, and R. Arafat, “Penerapan Terapi Alternatif Komplementer Bekam Dalam Menurunkan Tekanan Darah Pasien Hipertensi: Tinjauan Literatur,” J. Keperawatan, vol. 14, no. September, pp. 855–862, 2022.

A. Sucipto, S. Rahayu, and J. Iskandar, “Efektifitas Terapi Komplementer Bekam Dan Hipnoterapi Terhadap Tekanan Darah Dan Tanda Gejala Pada Penderita Hipertensi,” Bima Nurs. J., vol. 5, no. 1, pp. 65–76, 2023.

Downloads

Published

2025-07-21

How to Cite

Sulhamdani Fadli Sutrisna, & Wahyudi Widada. (2025). Implementasi Terapi Komplementer Bekam Pada Pasien Tekanan Darah Tinggi di Rumah Bekam Al-Kaahil Jember. Jurnal Kesehatan Republik Indonesia, 2(8), 304–310. Retrieved from https://jurnal.intekom.id/index.php/jkri/article/view/1443