Model Pembelajaran Fleksibel di Era Digital: Perbandingan Antara Sistem Daring dan Hybrid
Keywords:
Pembelajaran Jarak Jauh, Hybrid, Pendidikan Tinggi, Platform Digital, Pengalaman MahasiswaAbstract
Transformasi digital dalam pendidikan tinggi telah menghasilkan dua pendekatan dominan: pembelajaran jarak jauh (PJJ) dan pembelajaran hybrid. Studi ini bertujuan membandingkan efektivitas kedua model tersebut melalui pengalaman empiris penulis sebagai mahasiswa PJJ dan teman penulis sebagai mahasiswa dalam sistem hybrid di dua institusi pendidikan tinggi di Indonesia. Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara mendalam. PJJ dilaksanakan melalui platform pembelajaran daring khusus, dengan interaksi terbatas pada forum digital dan tatap maya terbatas, sementara sistem hybrid menggabungkan tatap maya dan tatap muka terbatas dalam satu semester. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan yang signifikan dalam keterlibatan mahasiswa, efektivitas komunikasi dengan dosen, serta kendala teknis dan non-teknis yang dihadapi. Sistem hybrid memberikan keuntungan dalam hal interaksi sosial dan bimbingan langsung, sedangkan PJJ menawarkan waktu yang sangat singkat dan akses materi. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam pemahaman yang lebih luas mengenai keberhasilan sistem pembelajaran digital dan dapat menjadi masukan bagi institusi pendidikan tinggi dalam merancang strategi pembelajaran yang adaptif dan berkelanjutan.
References
A. Chakraborty dan AK Kar, “Kecerdasan Kawanan: Tinjauan Algoritma,” dalam Nature-Inspired Computing and Optimization. Modeling and Optimization in Science and Technologies , Springer, 2017,
Q. Li dkk. , “Mesin Pembelajaran Ekstrem Kernel Terbungkus Pemilihan Fitur Berbasis Optimasi Serigala Abu-abu yang Ditingkatkan untuk Diagnosis Medis,” Comput. Math. Methods Med. , vol. 2017, hlm. 1–15, 2017, doi: 10.1155/2017/9512741.
N.M. Arzeno, Z.-D. Deng, dan C.-S. Poon, “Analisis Algoritma Deteksi QRS Berbasis Turunan Pertama,” IEEE Trans. Biomed. Eng. , vol. 55, tidak. 2, hlm. 478–484, Februari 2008, doi: 10.1109/TBME.2007.912658.
W. Pieters, “Penerimaan Teknologi Pemungutan Suara: Antara Keyakinan dan Kepercayaan,” dalam Konferensi Internasional tentang Manajemen Kepercayaan , 2006, hlm. 283–297, doi: 10.1007/11755593_21.
GM Friesen, TC Jannett, MA Jadallah, SL Yates, SR Quint, dan HT Nagle, “Perbandingan sensitivitas derau dari sembilan algoritma deteksi QRS,” IEEE Trans. , vol. 37, no. 1, hlm. 85–98, 1990, doi: 10.1109/10.43620.
PS Hamilton dan WJ Tompkins, “Kompresi EKG ambulatori dengan pengurangan denyut rata-rata dan perbedaan residual,”
M. Achieng dan E. Ruhode, “Adopsi dan Tantangan Teknologi Pemungutan Suara Elektronik dalam Konteks Afrika Selatan,” Int .
D. Cansell, J.P. Gibson, dan D. Méry, “Penyempurnaan: Pendekatan Konstruktif terhadap Desain Perangkat Lunak Formal untuk Antarmuka e-voting yang Aman,” Electron. Notes Theor. Comput. Sci. , vol. 183, hlm. 39–55, Juli 2007, doi: 10.1016/j.entcs.2007.01.060.
M. Hapsara, A. Imran, dan T. Turner, “Di Luar Motif Organisasional Adopsi e-Government: Kasus Inisiatif e-Voting di Desa-desa Indonesia,” Procedia Comput. Sci. , vol. 124, hlm. 362–369, 2017, doi: 10.1016/j.procs.2017.12.166.
MFMMursi, GMR Assassa, A. Abdelhafez, dan KM Abo Samra, “Tentang Pengembangan Pemungutan Suara Elektronik: Sebuah Survei,” Int. J. Comput. Appl. , vol. 61, no. 16, hlm. 1–11, Januari 2013, doi: 10.5120/10009-4872.
K. Vassil, M. Solvak, P. Vinkel, AH Trechsel, dan RM Alvarez, “Penyebaran pemungutan suara melalui internet. Pola penggunaan pemungutan suara melalui internet di Estonia antara tahun 2005 dan 2015,” Gov. Inf. Q. , vol. 33, no. 3, hlm. 453–459, Juli 2016, doi: 10.1016/j.giq.2016.06.007.
F. Zhang dan Y. Lian, “Deteksi QRS Berdasarkan Morfologi Matematika Multiskala untuk Perangkat EKG yang Dapat Dikenakan dalam Jaringan Area Tubuh,” IEEE Trans. , vol. 3, no. 4, hlm. 220–228, Agustus 2009, doi: 10.1109/TBCAS.2009.2020093.
N. Valaei, SR Nikhashemi, H. Ha Jin, dan MM Dent, “Kesesuaian Teknologi Tugas dalam Transaksi Daring Melalui Aplikasi,” dalam Mengoptimalkan Inisiatif E-Partisipasi Melalui Media Sosial , IGI Global, 2018, hlm. 236–251.
M. Merri, D. C. Farden, J. G. Mottley, dan E. L. Titlebaum, “Frekuensi pengambilan sampel elektrokardiogram untuk analisis spektral variabilitas denyut jantung,” IEEE Trans. Biomed. Eng. , vol. 37, no. 1, hlm. 99–106, 1990, doi: 10.1109/10.43621.
TJ McGill dan JE Klobas, “Pandangan kesesuaian tugas–teknologi terhadap dampak sistem manajemen pembelajaran,” Comput. Education. , vol. 52, no. 2, hlm. 496–508, Februari 2009, doi: 10.1016/j.compedu.2008.10.002.
B. Furneaux, “Teori Kesesuaian Tugas-Teknologi: Survei dan Sinopsis Literatur,” dalam Teori Sistem Informasi , Springer, 2012, hlm.
EMH Saeed dan HA Saleh, “Penghapusan Otot Pektoral pada Citra Mammogram dengan Algoritma Hybrid Bounding Box dan Region Growing,” dalam Konferensi Internasional 2020 tentang Ilmu Komputer dan Rekayasa Perangkat Lunak (CSASE) , April 2020, hlm. 146–151, doi: 10.1109/CSASE48920.2020.9142055.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Supi Siti Solihah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.













