Pengaruh Work-Life Balance Terhadap Burnout Dengan Self-Efficacy Sebagai Variabel Moderasi Pada Karyawan PT Nusatama Sejahtera Abadi
Keywords:
Work-Life Balance, Burnout, Self-Efficacy, Moderasi, SDM Industri KonveksiAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh work-life balance terhadap burnout, serta menguji peran self-efficacy sebagai variabel moderasi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis regresi moderasi (Moderated Regression Analysis/MRA). Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada 99 responden yang merupakan karyawan tetap di PT Nusatama Sejahtera Abadi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa work-life balance berpengaruh negatif dan signifikan terhadap burnout, dengan koefisien regresi -0,557 dan signifikansi 0,000. Artinya, semakin seimbang kehidupan kerja dan pribadi, semakin rendah tingkat burnout karyawan. Selain itu, self-efficacy terbukti memoderasi hubungan tersebut secara signifikan (koefisien interaksi -1,695; signifikansi 0,000). Namun, arah negatif menunjukkan bahwa self-efficacy memperlemah pengaruh work-life balance terhadap burnout. Karyawan dengan self-efficacy tinggi cenderung tetap mampu mengelola tekanan kerja meskipun work-life balance mereka tidak optimal. Temuan ini menekankan pentingnya program penguatan self-efficacy seperti pelatihan, coaching, dan dukungan psikologis di lingkungan kerja.
References
Alif, M. F., Firdiyanti, R., & Djudiyah. (2023). The Effect of Hope and Self-Efficacy on Employee Burnout. Journal of Educational, Health and Community Psychology, 12(1), 52. https://doi.org/10.12928/jehcp.v1i1.23550
Sugiyono. (2020). Metodologi Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R & D.
Maslach, C., & Jackson, S. E. (1981). The measurement of experienced burnout. Journal of Organizational Behavior, 2(2), 99–113. https://doi.org/10.1002/job.4030020205
Fisher, G. G., Bulger, C. A., & Smith, C. S. (2009). Beyond Work and Family: A Measure of Work/Nonwork Interference and Enhancement. Journal of Occupational Health Psychology, 14(4), 441–456. https://doi.org/10.1037/a0016737
Bandura, A. (1997). Self‐efficacy. Self-Efficacy, 4(1994), 387–391. https://doi.org/10.1002/9781118970843.ch243
Noviansyah Rizal, R. B. S. R. W. D. P. (2021). Metode Penelitian Kuantitatif.
Setya Budi, A. D. A., Septiana, L., & Panji Mahendra, B. E. (2024). Memahami Asumsi Klasik dalam Analisis Statistik: Sebuah Kajian Mendalam tentang Multikolinearitas, Heterokedastisitas, dan Autokorelasi dalam Penelitian. Jurnal Multidisiplin West Science, 3(01), 01–11. https://doi.org/10.58812/jmws.v3i01.878
Indartini, M., & Mutmainah. (2024). Analisis Data Kuantitatif Uji Instrumen, Uji Asumsi Klasik, Uji Korelasi dan Regresi Linier Berganda (Vol. 14, Issue 5).
Al Fath Demas Savigo, Siti Nurhasanah, R. F. (2023a). Pengaruh Work Life Balance terhadap Kepuasan Kerja dengan Burnout sebagai Beriku Variabel Intervensi. Jamanika, 03(03), 9–15.
Al Fath Demas Savigo, Siti Nurhasanah, R. F. (2023b). Pengaruh Work Life Balance terhadap Kepuasan Kerja dengan Burnout sebagai Beriku Variabel Intervensi. Jamanika, 03(03), 9–15
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Fortmonty Yusmanda Putri, Yunita Primasanti, Erna Indriastiningsih

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.













