Penggunaan Camera Movement Pada Film Pendek Animasi 2D Keselematan Dalam Berkendara Motor Bagi Masyarakat
Keywords:
Animasi 2D, Film Pendek, Camera Movement, EdukasiAbstract
Animasi merupakan sebuah objek yang dapat digerakkan. Dalam perancangan sebuah film pendek animasi 2D “Keselamatan Dalam Berkendara Motor Bagi Masyarakat”, juga perlu memperhatikan camera movement untuk menciptakan sebuah adegan yang lebih realistis dan juga dramatis disetiap scene yang dibuat. Metode penelitian yang dipakai adalah metode penelitian deskriptif kualitatif, dimana peneliti melakukan beberapa proses seperti observasi, wawancara, studi pustaka dari jurnal, dan juga dokumentasi sebagai bukti penelitian. Tujuan dari film animasi ini adalah sebagai sarana edukasi kepada masyarakat luas tentang pentingnya keselamatan dalam berkendara melalui film pendek animasi 2D.
References
M. D. Nastiti, Mustaziri, dan A. N. Tompunu, “Animasi 2D ( Motion Graphic ) Sebagai Media Pembelajaran Mata Kuliah Etika Profesi,” J. EL Sains, vol. 3, no. 1, hal. 37–42, 2021.
C. Toding, A. S. M. Lumenta, dan J. M. Dringhuzen, “Pembuatan animasi 3 dimensi perbedaan sampah organik dan anorganik untuk anak-anak,” J. Tek. Inform., vol. 12, no. 1, 2017, [Daring]. Tersedia pada: www.sinauilkom.com
F. Fithriya, “Abstrak fety fithriya.,” 2009.
Nadya dan Y. P. Sari, “Analisis Visual Penerapan 12 Prinsip Animasi Dalam Film Grey & Jingga: the Twilight Animated Series Episode 1,” Titik Imaji, vol. 2, no. 2, hal. 80–86, 2020, [Daring]. Tersedia pada: https://journal.ubm.ac.id/index.php/titik-imaji/article/view/1955
D. C. Hermanudin dan N. Ramadhani, “Perancangan Desain Karakter untuk Serial Animasi 2D ‘Puyu to The Rescue’ dengan Mengapatasi Biota Laut,” J. Sains dan Seni ITS, vol. 8, no. 2, hal. 227–233, 2020, doi: 10.12962/j23373520.v8i2.47758.
M. Azmi, F. Nispayadi, M. Iskandar, dan Y. Fiandra, “Perancangan Environment Pada Animasi 3D Tentang Penerimaan Diri Penyandang Disabilitas Daksa Akibat Kecelakaan Environment Design on 3D Animation About Self-Acceptance of People With Physical Disabilities As a Result of an Accident,” eProceedings Art Des., vol. 8, no. 3, hal. 1020–1042, 2021
S. Dewangga dan A. Kurnianto, “Perancangan Cerita Dan Karakter Animasi Dengan Tema Obsessive Compolsive Disorder,” J. Desain, vol. 4, no. 3, hal. 298–310, 2017, [Daring]. Tersedia pada: https://www.researchgate.net/publication/329710103_Perancangan_Animasi_Pendek_dengan_Tema_Gangguan_Kecemasan_ANGST
S. Mahardhika dan A. F. C. Anam Fathoni, “Storyboard dalam Pembuatan Motion Graphic,” Humaniora, vol. 4, no. 2, hal. 1183, 2013, doi: 10.21512/humaniora.v4i2.3560.
R. P. Sari dan A. Abdullah, “Analisis Isi Penerapan Teknik Sinematografi Video Klip Monokrom,” J. Ris. Mhs. Dakwah dan Komun., vol. 1, no. 6, hal. 418, 2020, doi: 10.24014/jrmdk.v2i1.9236.
K. D. Parana, G. B. Prabhawita, dan I. B. H. K. Kayana, “‘Penerapan Teknik Camera Movement Pada Film Pendek Satu Pertemuan dalam Membangun Suasana Dramatik,’” vol. 04, no. 01, hal. 20–25, 2024.
H. Hasanah, “TEKNIK-TEKNIK OBSERVASI (Sebuah Alternatif Metode Pengumpulan Data Kualitatif Ilmu-ilmu Sosial),” At-Taqaddum, vol. 8, no. 1, hal. 21, 2017, doi: 10.21580/at.v8i1.1163.
A. Rahmawati, N. Halimah, Karmawan, dan A. A. Setiawan, “Optimalisasi Teknik Wawancara Dalam Penelitian Field Research,” J. Abdimas Prakasa Dakara, hal. 136, 2024.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Muhammad Aldiya Salman

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.













