Analisis Spasial Dominasi Penderita Demam Berdarah Dengue di Kota Semarang Tahun 2020–2024
Keywords:
Demam Berdarah Dengue, Sistem Informasi Geografis, Analisis Spasial, Jenis Kelamin, Kota SemarangAbstract
Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit menular yang hingga kini masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat di wilayah perkotaan, termasuk Kota Semarang. Pola persebaran kasus DBD yang tidak merata antar wilayah menunjukkan pentingnya analisis berbasis spasial untuk memahami karakteristik kejadian penyakit secara komprehensif. Penelitian ini menganalisis persebaran spasial kasus DBD di Kota Semarang selama periode 2020–2024 menggunakan Sistem Informasi Geografis. Data yang digunakan berupa data agregat kasus DBD per kecamatan yang bersumber dari Dashboard Lembaga Kesehatan Masyarakat dan Informasi Kesehatan Kota Semarang. Analisis dilakukan secara deskriptif dengan memetakan distribusi total kasus serta menganalisis dominasi penderita berdasarkan jenis kelamin melalui selisih jumlah penderita laki-laki dan perempuan. Hasil analisis menunjukkan bahwa distribusi kasus DBD tidak homogen dan cenderung terkonsentrasi pada kecamatan tertentu. Secara umum, penderita laki-laki lebih dominan dibandingkan perempuan, meskipun tingkat dominasi bervariasi antar wilayah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan SIG efektif dalam menggambarkan pola distribusi spasial dan karakteristik penderita DBD pada tingkat kecamatan.
References
A. R. Ngguku et al., “Geographic Information System for Mapping Deployment Areas Dengue Fever in Umalulu District,” vol. 4, no. 1, 2024.
J. Nuhgroho, T. Eryando, M. Rahmaniati, and D. Yudhistira, “Jurnal Indonesia : Manajemen Informatika dan Komunikasi Pemetaan Daerah Rawan Penyakit Demam Berdarah Dengue ( DBD ) Di Kota Bandung Abstrak Jurnal Indonesia : Manajemen Informatika dan Komunikasi,” vol. 4, no. 2, pp. 729–741, 2023.
T. A. Pedor and S. Karim, “Geographic Information System of Dengue Hemorrhagic Fever Area Mapping in the City of Samarinda,” vol. 2, no. 4, pp. 149–155, 2021.
Y. D. Saputra and R. Yudhastuti, “Spatial Analysis Of Environmental Factors Related To Dengue Hemorrhagic,” vol. 15, no. 3, pp. 217–225, 2023, doi: 10.20473/jkl.v15i3.2023.217-225.
W. T. Saputra et al., “Sistem informasi geografis pemetaan sebaran penyakit demam berdarah di puskesmas wanasari berbasis website,” vol. 8, no. 4, pp. 5764–5770, 2024.
N. H. Ar Rafi, A. L. Nugraha, and M. A. Yusuf, “Jurnal Geodesi Undip Januari 2024 Jurnal Geodesi Undip Januari 2024,” pp. 31–40, 2024.
D. K. K. Semarang, “Dashboard Lembaga Kesehatan Masyarakat dan Informasi Kesehatan (LEKMINKES) Kota Semarang,” Dinas Kesehatan Kota Semarang. Accessed: Oct. 10, 2025. [Online]. Available: https://lekminkes.dinkes.semarangkota.go.id/
F. A. Rahma, D. F. S. Rahayu, L. Y. Prawira, M. Nandini, and R. A. Bariyah, “Faktor risiko aspek lingkungan dan aspek perilaku terhadap kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayah kerja Puskesmas Sukmajaya Kota Depok tahun 2022,” J. Public Heal. Educ. 2, no. 3, pp. 91–100, Apr. 2023, pp. 91–101, 2023, doi: 10.53801/jphe.v2i3.123.
A. R. Crispin, E. Edbert, V. T. Hulu, and P. Bibhisan, “Tren dan Potensi Sistem Informasi Geografis Penanggulangan Demam Berdarah : Analisis Bibliometrik dalam,” vol. 5, no. 1, pp. 126–136, 2025.
S. Quadir et al., “Sociodemographic Determinants of Gender Disparity in Dengue Fever Diagnosis and Treatment,” pp. 1–12, 2024
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Dian Puspitasari, Bambang Agus Herlambang, Ahmad Khoirul Anam

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.













