Pengembangan Sistem Kerja Yang Ergonomis Untuk Mengurangi Risiko Cedera Pada Pekerja Di PT Weatherford
Keywords:
Quick Exposure Check, MSDs, Manual HandlingAbstract
Kinerja pekerja berkaitan dengan kemampuan dalam menyelesaikan tugas sesuai tanggung jawab yang diberikan. Untuk mendukung peningkatan kinerja tersebut, penting untuk melakukan identifikasi terhadap risiko ergonomi yang muncul dalam proses kerja, khususnya pada divisi Wireline yang memiliki aktivitas manual handling dengan variasi postur kerja dan beban yang cukup signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat risiko musculoskeletal disorders (MSDs) pada pekerja serta mengevaluasi efektivitas penerapan standar gerakan kerja sebagai upaya mengurangi paparan risiko ergonomi di divisi Wireline. Penelitian ini menggunakan metode Quick Exposure Check (QEC) untuk menilai tingkat paparan risiko ergonomi, terutama yang terkait dengan aktivitas manual handling, serta mengidentifikasi bagian tubuh yang paling banyak mengalami beban. Selain itu, penelitian juga mengevaluasi perubahan skor QEC setelah penerapan standar gerakan kerja guna melihat sejauh mana perbaikan postur dan teknik kerja dapat menurunkan tingkat risiko tersebut pada pekerja divisi Wireline.Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian pekerja divisi Wireline berada pada kategori risiko ergonomi tinggi, terutama pada aktivitas manual handling yang melibatkan mengangkat , mendorong dan menarik. Penerapan standar gerakan kerja terbukti memberikan penurunan skor QEC 8% - 20% melalui perbaikan postur dan teknik kerja yang lebih aman dan terkendali. Upaya peningkatan berfokus pada penerapan Standar Gerakan Kerja rgonomis serta pengawasan berkala untuk memastikan konsistensi penerapannya
References
World Health Organization, “Musculoskeletal health,” WHO Fact Sheets, 2022.
Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Laporan Nasional Riskesdas 2018, Jakarta: Kementerian Kesehatan RI, 2018.
E. R. Adha, Y. Yuniar, dan A. Desrianty, “Usulan perbaikan stasiun kerja pada PT Sinar Advertama Servicindo (SAS) berdasarkan hasil evaluasi menggunakan metode Quick Exposure Check (QEC),” Reka Integra, vol. 2, no. 4, pp. 108–120, 2014.
Sugiono, Ergonomi untuk Pemula: Prinsip Dasar dan Aplikasinya, Malang: Universitas Brawijaya Press, 2011.
H. Ahmad, “Hubungan kestabilan emosi dengan kontrol diri siswa sekolah menengah pertama,” Realita: Jurnal Bimbingan dan Konseling, vol. 6, no. 2, 2022, doi: 10.33394/REALITA.V6I2.4495.
I. Budiman, S. Saori, R. N. Anwar, dan M. Y. Pangestu, “Analisis pengendalian mutu di bidang industri makanan (studi kasus: UMKM Mochi Kaswari Lampion Kota Sukabumi),” Jurnal Inovasi Penelitian, vol. 1, no. 10, pp. 2185–2190, 2021, doi: 10.47492/JIP.V1I10.419.
Nazir, M., Metode Penelitian, Jakarta: Ghalia Indonesia, 2014.
A. Fahrezi, “Analisis pengaruh influencer, kemudahan transaksi, dan affiliate marketing pada keputusan pemilihan toko online,” Digital Bisnis: Jurnal Publikasi Ilmu Manajemen dan E-Commerce, vol. 3, no. 1, pp. 147–166, 2024, doi: 10.30640/DIGITAL.V3I1.2195.
S. Jamal, “Merumuskan tujuan dan manfaat penelitian,” Al-Mu’minir, vol. 3, no. 5, pp. 148–150, 2012.
Wahyudin, “Gaya belajar mahasiswa studi lapangan dan gaya belajar mahasiswa Program Pascasarjana IAIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten terhadap prestasi belajar,” 2016
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Ahmad Puryanto

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.













