Pengaruh Waktu Perendaman (Immersing) Terhadap Hasil Tangkapan Ikan Senangin Pada Jaring Insang Dasar (Bottom Gillnet) Di Perairan Selat Madura Jawa Timur
Keywords:
Ikan Senangin, Jaring Insang Dasar, Waktu Perendaman, Selat MaduraAbstract
Jaring insang adalah alat tangkap pasif yang terdiri dari panel jaring persegi panjang yang menangkap ikan dengan menjerat insangnya saat ikan berenang melewatinya. Efektivitas penangkapan ikan dengan jaring insang dipengaruhi oleh beberapa faktor operasional, salah satunya adalah waktu perendaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh waktu perendaman terhadap hasil tangkapan ikan Senangin (Eleutheronema tetradactylum) menggunakan jaring insang dasar di perairan Selat Madura, Jawa Timur. Penelitian ini menggunakan metode Penangkapan Eksperimental dengan menerapkan dua perlakuan waktu perendaman yang berbeda, yaitu 120 menit (perlakuan A) dan 90 menit (perlakuan B), dengan 16 ulangan untuk setiap perlakuan. Pengumpulan data dilakukan melalui pengamatan langsung berat dan jumlah tangkapan, serta wawancara terstruktur dengan nelayan jaring insang lokal. Data dianalisis menggunakan uji t sampel berpasangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata hasil tangkapan ikan Senangin dengan waktu perendaman 120 menit secara signifikan lebih tinggi dibandingkan dengan waktu perendaman 90 menit. Perlakuan A menghasilkan total tangkapan 879 kg dengan rata-rata 50,94 kg per perjalanan, sedangkan perlakuan B menghasilkan total tangkapan 879 kg dengan rata-rata 22,94 kg per perjalanan. Analisis statistik menunjukkan perbedaan signifikan antara kedua perlakuan (Sig. 2-tailed = 0,000 < 0,05). Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa waktu perendaman 120 menit lebih efektif dalam meningkatkan tangkapan ikan Senangin menggunakan jaring insang dasar di Selat Madura.
References
Emmanuel BE, (2010). The Gillnet Selectivity and Catchability of Chrysichthys nigrodigitatus (Lacepede) in Lekki Lagoon, Nigeria. African Journal of Biological Sciences. (Ini adalah referensi umum Emmanuel tahun 2010 tentang gill net).
Martasuganda S, (2002). Jaring Insang (Gill Net). Departemen Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Institut Pertanian Bogor. Bogor.
Purbayanto A, Riyanto M, Fitri ADP, (2010). Fisiologi dan Tingkah Laku Ikan pada Perikanan Tangkap. IPB Press. Bogor.
Subani W, Barus HR, (2008). Alat Tangkap dan Cara Penangkapan Ikan di Indonesia. Lembaga Penelitian Perikanan Laut. Jakarta. (Catatan: Menambahkan nama Barus sesuai sitasi teks Anda).
Iskandar, dkk. (2007). Laporan Penelitian atau Jurnal terkait Aktivitas Ikan dan Gillnet.
Najamuddin, Metusalach. (2022). Metode Penelitian Perikanan Tangkap. Google Books / Penerbit terkait.
Pradita, A. (2022). Pengaruh Lama Perendaman Jaring Terhadap Hasil Tangkapan Gill Net Dasar di Perairan Prigi. Skripsi/Jurnal Universitas Brawijaya.
Ghozali I, (2016). Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program IBM SPSS 23. Badan Penerbit Universitas Diponegoro. Semarang.
Sugiyono, (2017). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Alfabeta. Bandung.
Nazir M, (2014). Metode Penelitian. Ghalia Indonesia. Bogor.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Deva Brata Kusuma Supardi, Achmad Kusyairi, M.Tajuddin Noor

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.













