Implementasi Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) sebagai Penunjang Pencegahan Stunting di Puskesmas Palapa, Kota Bandar Lampung
Keywords:
Stunting, PMT, Implementasi Kebijakan, Puskesmas Palapa, Pencegahan GiziAbstract
Stunting masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang serius di Indonesia, termasuk di wilayah Puskesmas Palapa, Kota Bandar Lampung, yang menunjukkan adanya balita underweight dan stunting meskipun akses layanan kesehatan relatif baik. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) sebagai intervensi gizi spesifik untuk pencegahan stunting di Puskesmas Palapa dengan menggunakan teori implementasi kebijakan George C. Edwards III (komunikasi, sumber daya, disposisi, struktur birokrasi). Pendekatan kualitatif deskriptif dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi dengan informan utama (kepala puskesmas, ahli gizi, kader posyandu, dan orang tua penerima PMT). Temuan menunjukkan bahwa implementasi PMT belum optimal dan cenderung kurang efektif karena: (1) komunikasi ke sasaran belum efektif sehingga tujuan pencegahan stunting kurang dipahami, (2) keterbatasan sumber daya manusia (tenaga gizi dan kader) menyebabkan pendampingan serta pemantauan konsumsi terbatas, (3) disposisi pelaksana kuat namun tidak diimbangi partisipasi aktif sasaran, dan (4) struktur birokrasi prosedural serta minim pemantauan harian terhadap kepatuhan konsumsi. Faktor pendukung utama adalah komitmen tinggi tenaga kesehatan dan kader, sementara penghambat dominan berasal dari komunikasi, SDM, dan lemahnya pengawasan substantif. Ketiadaan pemantauan harian menjadi penyebab utama sehingga program belum mampu menjamin perubahan perilaku gizi secara nyata. Penelitian ini menekankan perlunya penguatan komunikasi partisipatif, penambahan kapasitas SDM, serta sistem pemantauan konsumsi berkelanjutan agar PMT dapat berkontribusi efektif terhadap penurunan stunting
References
K. K. R. Indonesia, “Petunjuk Teknis Pemberian Makanan Tambahan Berbahan Pangan Lokal bagi Ibu Hamil KEK dan Risiko KEK serta Balita Bermasalah Gizi: Edisi Revisi 2025,” 2025.
B. P. Statistik, “Indeks Pembangunan Manusia,” 2024.
B. RI, “Program Percepatan Penurunan Stunting,” 2024.
B. K. B. Lampung, “Profil Pembangunan Manusia Kota Bandar Lampung 2023–2024,” 2024.
UNICEF, “Child Nutrition Status and Development Outcomes,” UNICEF J. Child Heal., vol. 44, no. 3, pp. 55–70, 2022.
K. Dewi and S. Rahayu, “Stunting sebagai masalah pembangunan manusia: Analisis dampak jangka panjang,” J. Gizi dan Pembang. Mns., vol. 5, no. 2, pp. 112–120, 2021.
K. K. RI, “Petunjuk Teknis PMT Berbahan Pangan Lokal,” 2023.
W. Sari, “Tantangan implementasi intervensi pencegahan stunting di tingkat puskesmas,” J. Adm. Kesehat. Indones., vol. 10, no. 2, pp. 67–78, 2022.
P. Palapa, “Laporan E-PPGBM dan Rekapitulasi Data Gizi Balita,” 2023.
S. Fikawati and A. Syafiq, “Praktik pemberian makan balita dan implikasinya terhadap stunting di perkotaan,” J. Kesehat. Masy. Nas., vol. 16, no. 4, pp. 245–255, 2021.
L. J. Moleong, Metode Penelitian Kualitatif. PT Remaja Rosdakarya, 2019.
Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta, 2019.
Sugiyono, Metode Penelitian Kualitatif. Alfabeta, 2023.
G. C. I. I. I. Edwards, Implementing Public Policy. Congressional Quarterly Press, 1980.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Ade Irma Ardinur, Aulia Rahmawati

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.













