Analisis Tindak Tutur Permintaan Maaf Dalam Drama Love O2O

Authors

  • Anissa Fadillah Universitas Sumatera Utara
  • Julina Universitas Sumatera Utara
  • Niza Ayuningtias Universitas Sumatera Utara

Keywords:

Tindak Tutur Ilokusi Ekspresif, Permintaan Maaf, Pragmatik, Love O2O

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk tindak tutur permintaan maaf dalam drama Tiongkok Love O2O. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, menggunakan teori tindak tutur Austin dan Searle dan jenis permintaan maaf oleh Zhang. Hasil penelitian ini ditemukan 18 data permintaan maaf, yang merupakan bentuk tindak tutur ekspresif. Dalam drama Love O2O, ditemukan 6 kata yang secara langsung menyatakan permintaan maaf, yaitu 抱歉 (bàoqiàn), 不好意思 (bùhǎoyìsī), 对不起 (duìbuqǐ), 恕 (shù), 赔罪 (péizuì) dan 原谅 (yuánliàng). Dan ditemukan 12 kata yang secara tidak langsung menyatakan permintaan maaf, yaitu 错了(cuòle), 嘴贱 (zuǐ jiàn), 别生气/不要生气 (bié shēngqì/bùyào shēngqì), 一着急 (yī zhāojí), 放你走 (fàng nǐ zǒu), 久等 (jiǔ děng), 罪人(zuìrén), 自罚 (zì fá), 弄得你不高兴 (nòng dé nǐ bù gāoxìng), 不了 (bùliǎo), 我不对 (wǒ bùduì) dan 让你见笑了 (ràng nǐ jiànxiàole). Penggunaan permintaan maaf dalam drama ini sangat dipengaruhi oleh konteks sosial, hubungan antar tokoh dan tujuan komunikasi. Temuan ini memperlihatkan bahwa tindak tutur permintaan maaf dalam drama Love O2O diungkapkan dengan beberapa cara untuk mengungkapkan permintaan maaf

References

Leech, G.N. (1983). Principles of Pragmatics. Longman.

Brown, P., & Levinson, S.C. (1978). Politeness: Some Universals in Language Usage. Cambridge University Press.

Griffin, T. (2020). Cara Menyampaikan Permintaan Maaf. WikiHow.

Wu, J., & Wang, W. (2016). “Apology Accepted”: A Cross-Cultural Study of Responses to Apologies by Native Speakers of English and Chinese. Canadian Center of Science and Education.

Searle, J. R. (1969). Speech Acts: An Essay in the Philosophy of Language. Cambridge: Cambridge University Press.

Austin, J.L. (1962). How to Do Things with Words. Oxford: Clarendon Press.

Sugiyono. (2016). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

M. Haugh, “Impoliteness and taking offence in intercultural communication,” Journal of Pragmatics, vol. 44, no. 6–7, pp. 760–774, 2012, doi: 10.1016/j.pragma.2012.03.006.

E. Ogiermann, “On apologising in negative and positive politeness cultures,” Amsterdam Studies in the Theory and History of Linguistic Science, vol. 269, pp. 189–216, 2009, doi: 10.1075/pbns.186.11ogi.

J. Culpeper, “Pragmatics and the analysis of drama,” Language and Literature, vol. 8, no. 4, pp. 319–340, 1999, doi: 10.1177/096394709900800401.

Downloads

Published

2026-02-04

How to Cite

Anissa Fadillah, Julina, & Niza Ayuningtias. (2026). Analisis Tindak Tutur Permintaan Maaf Dalam Drama Love O2O. Nusantara Journal of Multidisciplinary Science, 3(7), 987–999. Retrieved from https://jurnal.intekom.id/index.php/njms/article/view/1915