Kajian Konsep Arsitektur Gerak Pada Bangunan Mixed Use

Authors

  • Ardi Wiratama Soedarmoko Universitas Muhammadiyah Jakarta
  • Jundi Jundullah Afgani Universitas Muhammadiyah Jakarta

Keywords:

Arsitektur Gerak, Bangunan Dinamis, Fleksibilitas Ruang, Adaptasi Lingkungan, Teknologi Bangunan

Abstract

Arsitektur gerak merupakan pendekatan desain arsitektur yang berfokus pada interaksi dinamis antara bangunan, lingkungan, dan pengguna melalui elemen-elemen yang bergerak. Konsep ini menekankan fleksibilitas, adaptabilitas, dan responsivitas terhadap kebutuhan fungsional serta perubahan kondisi lingkungan. Dalam movement architecture, struktur bangunan tidak lagi statis, melainkan mampu berubah bentuk, posisi, atau elemen visualnya untuk mendukung fungsi dan estetika yang lebih dinamis. Arsitektur ini memanfaatkan teknologi mutakhir, seperti mekanisme kinetik, material cerdas, dan sistem otomatisasi, yang memungkinkan bangunan untuk merespons rangsangan internal maupun eksternal, termasuk cuaca, pola penggunaan, dan aktivitas sosial. Contoh penerapan movement architecture terlihat pada fasad bangunan yang dapat berubah untuk mengatur cahaya dan ventilasi, atau ruang-ruang yang dapat direkonfigurasi untuk berbagai kegiatan. Dengan menggabungkan inovasi teknologi dan estetika, movement architecture menawarkan solusi desain yang lebih berkelanjutan dan adaptif. Arsitektur ini tidak hanya menghadirkan pengalaman ruang yang lebih interaktif bagi pengguna, tetapi juga mendefinisikan ulang peran bangunan dalam konteks sosial, budaya, dan ekologis. Melalui pendekatan ini, arsitektur mampu menciptakan ruang-ruang yang lebih hidup, berkesinambungan, dan relevan dengan perkembangan kebutuhan masyarakat modern

References

J. Zacharias, “Pedestrian behavior and design of urban movement systems,” Journal of Urban Design, vol. 20, no. 3, pp. 1–14, 2015, doi: 10.1080/13574809.2015.1027295.

M. Grant, “The evolution of mixed-use development in the urban context,” Urban Studies, vol. 50, no. 4, pp. 38–55, 2013, doi: 10.1177/0042098012465907.

K. M. Kim and J. Lee, “Economic impacts of mixed-use developments in metropolitan areas,” Cities, vol. 95, p. 102387, 2019, doi: 10.1016/j.cities.2019.102387.

S. P. Hoogendoorn and P. H. Bovy, “Pedestrian route-choice and activity scheduling theory and models,” Transportation Research Part B, vol. 38, no. 2, pp. 169–190, 2004, doi: 10.1016/S0191-2615(03)00007-9.

A. Tecle and K. Lösche, “User movement and safety in high-density buildings,” Safety Science, vol. 140, p. 105280, 2021, doi: 10.1016/j.ssci.2021.105280.

T. Y. Kim and K. Sohn, “Optimized circulation design for mixed-use facilities using movement simulation,” Building and Environment, vol. 145, pp. 1–12, 2018, doi: 10.1016/j.buildenv.2018.05.017.

S. Sharifi, “Urban circulation systems and spatial configuration,” Sustainable Cities and Society, vol. 63, p. 102459, 2020, doi: 10.1016/j.scs.2020.102459.

A. Papa and F. Bertolini, “Accessibility and mobility integration in urban mixed-use areas,” Transport Policy, vol. 80, pp. 1–10, 2019, doi: 10.1016/j.tranpol.2019.05.003.

J. Gehl, “Soft mobility and urban human-scale connectivity,” Urban Planning, vol. 4, no. 2, pp. 25–35, 2019, doi: 10.17645/up.v4i2.1853.

R. Hickman and D. Banister, “Transport, environmental sustainability and urban form,” Journal of Transport and Land Use, vol. 7, no. 1, pp. 19–36, 2014, doi: 10.5198/jtlu.v7i1.491.

Downloads

Published

2026-04-08

How to Cite

Ardi Wiratama Soedarmoko, & Jundi Jundullah Afgani. (2026). Kajian Konsep Arsitektur Gerak Pada Bangunan Mixed Use. Nusantara Journal of Multidisciplinary Science, 3(7), 1128–1137. Retrieved from https://jurnal.intekom.id/index.php/njms/article/view/2019