Ruang Publik Deliberatif Dalam Komunikasi Pembangunan Perkotaan: Studi Taman Kota Di Jakarta Selatan Dalam Perspektif Jürgen Habermas

Authors

  • Albi Mushaffa Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka
  • Muhammad Alviansyah Prasetyo Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka
  • Rifma Ghulam Dzaljad Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Keywords:

Public Sphere, Jürgen Habermas, Komunikasi Pembangunan, Ruang Publik Perkotaan, Taman Bendera Pusaka

Abstract

Artikel ini mengkaji kesenjangan antara konsep ruang publik ideal Jürgen Habermas dengan realitas Taman Bendera Pusaka di Jakarta Selatan sebagai arena deliberasi publik melalui analisis wacana media sosial dan wawancara dengan pengelola serta pengunjung taman. Berbasis analisis terhadap sumber utama Raymond Geuss, The Idea of a Critical Theory: Habermas and the Frankfurt School, dan J. Robert Cox serta Phaedra C. Pezzullo, Environmental Communication and the Public Sphere, artikel ini menelaah bagaimana kerangka teoritis Habermas dapat menjadi landasan konseptual bagi evaluasi kritis ruang publik perkotaan. Taman Bendera Pusaka merupakan hasil revitalisasi yang menggabungkan tiga taman ikonik di Kebayoran Baru, yaitu Taman Langsat, Taman Ayodya, dan Taman Leuser, menjadi satu kawasan ruang terbuka hijau terpadu seluas 5,5 hektare yang diresmikan pada Maret 2026. Dengan menggunakan metode kualitatif melalui analisis konten media sosial, observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, penelitian ini menganalisis empat dimensi kritis ruang publik Habermas. Temuan menunjukkan bahwa Taman Bendera Pusaka telah mengalami kemajuan signifikan dalam aspek inklusivitas dan ketersediaan fasilitas publik. Namun, masih ditemukan kesenjangan dalam kualitas interaksi komunikatif yang cenderung bersifat rekreatif daripada deliberatif, partisipasi publik yang terbatas pada tahap konsultasi bukan deliberasi substantif, serta adanya indikasi kolonisasi ruang publik oleh kepentingan politik dan ekonomi. Artikel ini menyimpulkan bahwa revitalisasi taman kota perlu diiringi dengan penguatan fungsi public sphere melalui program program diskursif dan mekanisme partisipasi publik yang lebih substantif.

References

J. R. Cox and P. C. Pezzullo, Environmental Communication and the Public Sphere, 5th ed. Thousand Oaks, CA, USA: SAGE Publications, 2018.

N. Pratiwi, L. K. Ramadhanti, E. P. Handayani, and N. T. Mutmainah, "Pemetaan taman kota di Jakarta Selatan menggunakan Sistem Informasi Geografis sebagai wujud pembangunan berkelanjutan," Jurnal Serambi Engineering, vol. 8, no. 4, pp. 2345–2356, 2023.

M. A. Hilel, J. Parlindungan, and W. D. Purnamasari, "Persepsi pengunjung terhadap fungsi restoratif ruang terbuka hijau (Studi kasus: Tebet Ecopark)," Jurnal Planning for Urban Region and Environment, vol. 13, no. 2, pp. 145–158, 2024.

A. Faustina and J. Al Faraby, "Penataan ulang Taman Langsat, Kebayoran Baru menjadi ruang terbuka hijau publik dengan konsep green and inclusive," B.S. thesis, Dept. Arch., Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia, 2025.

M. Ramayuda, W. I. Rukmi, and J. Parlindungan, "Prioritas pengembangan Taman Mataram sebagai ruang publik berdasarkan persepsi pengunjung taman," Planning for Urban Region and Environment Journal (PURE), vol. 14, no. 1, pp. 78–92, 2025.

Pemprov DKI Jakarta, "Siaran pers: Pemprov DKI revitalisasi kawasan Barito menjadi 'Taman Bendera Pusaka' untuk kepentingan publik dan keberlanjutan kota," Beritajakarta.id, 2025. [Online]. Available: https://www.beritajakarta.id [Accessed: Jul. 5, 2026].

"Pramono resmikan Taman Bendera Pusaka," Antara News, Mar. 14, 2026. [Online]. Available: https://www.antaranews.com/berita/5475514/pramono-resmikan-taman-bendera-pusaka [Accessed: Jul. 5, 2026].

"Taman Bendera Pusaka hadirkan fasilitas olahraga gratis bagi masyarakat," Antara News, Mar. 14, 2026. [Online]. Available: https://www.antaranews.com [Accessed: Jul. 5, 2026].

R. Geuss, The Idea of a Critical Theory: Habermas and the Frankfurt School. Cambridge, UK: Cambridge University Press, 1981.

J. Habermas, The Structural Transformation of the Public Sphere: An Inquiry into a Category of Bourgeois Society, T. Burger and F. Lawrence, Trans. Cambridge, MA, USA: MIT Press, 1989.

J. Habermas, The Theory of Communicative Action, Vol. 2: Lifeworld and System, T. McCarthy, Trans. Boston, MA, USA: Beacon Press, 1987.

E. Irawati, "Ironi revitalisasi taman kota di Kelurahan Cibubur (Studi kasus: Taman O, Kelurahan Cibubur)," B.S. thesis, Universitas Negeri Jakarta, Jakarta, Indonesia, 2025.

J. Habermas, The Theory of Communicative Action, Vol. 1: Reason and the Rationalization of Society, T. McCarthy, Trans. Boston, MA, USA: Beacon Press, 1984.

J. Habermas, Moral Consciousness and Communicative Action, C. Lenhardt and S. W. Nicholsen, Trans. Cambridge, MA, USA: MIT Press, 1990.

A. F. Fauzi, "Tindakan komunikatif di warung kopi masyarakat Mampang Jakarta Selatan," B.S. thesis, UPN Veteran Jakarta, Jakarta, Indonesia, 2024.

Published

2026-07-05

How to Cite

Mushaffa, A., Prasetyo, M. A., & Dzaljad, R. G. (2026). Ruang Publik Deliberatif Dalam Komunikasi Pembangunan Perkotaan: Studi Taman Kota Di Jakarta Selatan Dalam Perspektif Jürgen Habermas. Nusantara Journal of Multidisciplinary Science, 3(12), 1924–1933. Retrieved from https://jurnal.intekom.id/index.php/njms/article/view/2206