Peran Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Flores Timur (Studi Kasus Bencana Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki di Kecamatan Wulanggitang Tahun 2024)

Authors

  • Ignasia Sriyanthi Surat Doni Universitas Nusa Cendana
  • Nursalam Nursalam Universitas Nusa Cendana
  • Aspri Budi Oktavianto Universitas Nusa Cendana

Keywords:

Peran BPBD, Penanggulangan Bencana, Erupsi Gunung Berapi

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis dan mendeskripsikan peran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Flores Timur dalam penanggulangan bencana erupsi Gunung Berapi Lewotobi Laki-laki, serta mengidentifikasi faktor-faktor penghambat yang dihadapi dalam pelaksanaannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, berlokasi di BPBD Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Analisis dilakukan berdasarkan tiga indikator yang mengacu pada Peraturan Bupati Flores Timur Nomor 39 Tahun 2022 dan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang prinsip, tugas, dan fungsi BPBD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran BPBD mencakup tiga tahapan manajemen bencana. Pertama, tahap mitigasi menunjukkan bahwa BPBD telah melaksanakan kegiatan sosialisasi dan pelatihan kebencanaan Bersama dengan Lembaga Chatolic Relief Service (CRS), meskipun jangkauannya belum menyeluruh dan infrastruktur sistem peringatan dini masih perlu ditingkatkan. Kedua, tahap tanggap darurat berjalan secara efektif berkat koordinasi lintas sektor yang melibatkan berbagai instansi pemerintah dan pihak eksternal. Ketiga, tahap pemulihan telah dilaksanakan secara memadai, namun masih terkendala oleh resistensi sebagian masyarakat terhadap program relokasi ke hunian sementara.

References

Ashari, A., dan Purwantara, S. (2022). Bentang Lahan Vulkanik Indonesia: Apek Fiskal dan Kultural. UNY Press, Yogyakarta.

Black, J. A., dan Champion, D. J. (2009). Metode dan Masalah Penelitian Sosial. Refika Aditama

Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches (4th ed.). SAGE Publications.

Dewi Fitriani, I., Zulkarnaen, W., Bagianto, A., Muhammadiyah Bandung, S., & Muhammadiyah Bandung, U. (2021). Analisis Manajemen Mitigasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Terhadap Bencana Alam Erupsi Gunung Tangkuban Parahu Di Jawa Barat. 5(1), 2021.

Jamroni, R (2024). Sistem Peringatan Dini (Early Warning System) dalam Mengurangi Risiko Bencana: Tinjauan Konsep, Impelemntasi, dan Contoh Kasus di Berbagai Negara. Balai Besar Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Wilayaj IV Makassar.

Miles, M. B., Huberman, A. M., dan Saldaña, J. (2014). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.

Ramli, S. (2011). Pedoman Praktis Manajemen Bencana (Disaster Management). Dian Rakyat, Jakarta.

Sugiyono, (2023). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Alfabeta, Bandung.

Surtiari G. A. K (2019). Pentingnya Penanganan Pascabencana ysng Berfokus Pada Penduduk untuk Mewujudkan Build Back Better: Pembelajaran dari Bencana Palu, Sigi dan Donggala. Jurnal Kependudukan Indonesia , 14(2), 165-184.

Tsabita N. T.. dan Santoso, S. A. (2024). Peran Badan Penanggulangan Bencana Daerah dalam Tahap Pra Bencana Erupsi Gunung Merapi (Studi di Kawasan Rawan Bencana III Kecamatan Kemalang Kabupaten Klaten). Jurnal Mahasiswa Wacana Publik, 4 (1), 195-206.

Wijayanto, W. (2021). Peta Ring Of Fire Serta Penanggulangan Bencana Gunung Api. Rizki Aulia, Gresik.

Yustriningrum, E., Sinaga, L. C., Yuliyanti, R., dan Andriana, N. (2016). Bencana Alam, Kerentanan dan Kebijakan di Indonesia; Studi Kasus Gempa Padang dan Tsunami Mentawai. Calpulis, Yogyakarta

Published

2026-07-15

How to Cite

Doni, I. S. S., Nursalam, N., & Oktavianto, A. B. (2026). Peran Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Flores Timur (Studi Kasus Bencana Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki di Kecamatan Wulanggitang Tahun 2024). Nusantara Journal of Multidisciplinary Science, 3(12), 2046–2060. Retrieved from https://jurnal.intekom.id/index.php/njms/article/view/2247