Penanganan Pada Ibu Ketuban Pecah Dini

Authors

  • Wilhelmina Lian Karmila Universitas Borneo Tarakan
  • Fauziyyah Universitas Borneo Tarakan
  • Putri Inka Miftah H Universitas Borneo Tarakan
  • Christien Rosemitha Universitas Borneo Tarakan
  • Mira Malini Universitas Borneo Tarakan
  • Yuni Retnowati Universitas Borneo Tarakan
  • Teresia Universitas Borneo Tarakan
  • Rahmi Padillah Universitas Borneo Tarakan

Keywords:

Ketuban Pecah Dini (KPD), Penanganan Cepat dan Tepat, Faktor Risiko da Pencegahannya

Abstract

Kehamilan merupakan periode yang memerlukan perhatian khusus bagi ibu, dengan fokus pada kondisi serius seperti ketuban pecah dini (KPD), di mana selaput ketuban pecah sebelum waktunya. Kondisi ini membawa risiko komplikasi serius bagi ibu dan bayi. Penanganan KPD yang cepat dan sesuai dengan pedoman medis sangat penting untuk meminimalkan risiko. Penelitian oleh Sulistyowati et al. dan Prasetya et al. mengidentifikasi risiko, termasuk faktor usia, status gizi, dan riwayat kehamilan. Kerjasama tim multidisiplin, diagnosis dini, dan pemantauan, sebagaimana disorot oleh Siregar et al. dan Kusumawardani et al., menjadi kunci dalam penanganan KPD. Penanganan ibu dengan KPD harus didasarkan pada panduan klinis terkini, dengan pentingnya mengikuti protokol, seperti yang dijelaskan oleh Pratiwi et al. dan Wirawan et al. Perbedaan pendekatan antara rumah sakit dan puskesmas, serta pengaruh faktor fasilitas dan tenaga medis, juga menjadi sorotan. Edukasi kepada ibu hamil dan peran keluarga dalam mendukung proses penanganan, sebagaimana diungkapkan oleh Indriyani et al. dan Wibowo et al., menjadi langkah preventif yang krusial. Penanganan KPD di daerah terpencil memperlihatkan kompleksitas tambahan, dipengaruhi oleh faktor infrastruktur dan keterbatasan sumber daya, seperti yang dikemukakan oleh Santoso et al. Pasca persalinan, pemantauan terus menerus, seperti disoroti oleh Purnama et al., diperlukan untuk memastikan tidak ada komplikasi dan memberikan dukungan lanjutan bagi ibu dan bayi. Desain penelitian menggunakan Literature Review dengan pengumpulan data dari penelitian-penelitian sebelumnya. Kesimpulan menyoroti bahwa KPD merupakan kondisi serius dengan sejumlah faktor predisposisi. Gejala klinis dan tanda-tanda harus diidentifikasi dan diatasi dengan cepat untuk meminimalkan risiko komplikasi pada ibu dan bayi.

References

Sulistyowati, A., dkk. (2018). "Komplikasi Ketuban Pecah Dini." Jurnal Obstetri dan Ginekologi Indonesia, vol. 41, tidak. 2, hal.87-94.

Prasetya, B., dkk. (2020). “Faktor Resiko Ketuban Pecah Dini Pada Ibu Hamil Indonesia.” Jurnal Kesehatan Ibu dan Anak, vol. 25, tidak. 4, hal.450-460.

Siregar, M., dkk. (2019). “Pendekatan Multidisiplin dalam Penatalaksanaan Ketuban Pecah Dini: Studi Kasus di Rumah Sakit di Indonesia.” Jurnal Kedokteran Perinatal, vol. 47, tidak. 3, hal.298-307.

Kusumawardani, N., dkk. (2021). "Diagnosis Dini Ketuban Pecah Dini menggunakan Pengujian di Tempat Perawatan." Jurnal Patologi Klinik dan Laboratorium Medis Indonesia, vol. 36, tidak. 1, hal.56-64.

Pratiwi, S., dkk. (2017). “Pedoman Klinis Penatalaksanaan Ketuban Pecah Dini di Klinik Bersalin Indonesia.” Jurnal Kebidanan dan Kesehatan Wanita, vol. 62, tidak. 5, hal.678-689.

Wirawan, A., dkk. (2019). “Perbandingan Praktik Penatalaksanaan Ketuban Pecah Dini Antara Rumah Sakit dan Puskesmas di Indonesia.” Jurnal Kesehatan Reproduksi Indonesia, vol. 29, tidak. 2, hal.112-120.

Indriyani, R., dkk. (2018). "Efektivitas Program Konseling dalam Mencegah Ketuban Pecah Dini pada Ibu Hamil: Uji Coba Terkendali Secara Acak." Jurnal Penelitian & Pengembangan Pendidikan Kesehatan, vol. 36, tidak. 4, hal.421-430.

Wibowo, S., dkk. (2020). "Dukungan Keluarga dan Kesejahteraan Emosional pada Ketuban Pecah Dini: Studi Kualitatif dalam Situasi Indonesia." Jurnal Keperawatan Keluarga, vol. 15, tidak. 3, hal.280-295.

Santoso, D., dkk. (2018). “Tantangan Penanganan Ketuban Pecah Dini di Pedesaan: Studi Kasus di Indonesia Timur.” Jurnal Kesehatan Pedesaan, vol. 34, tidak. 1, hal.78-87.

Purnama, Y., dkk. (2019). “Protokol Tindak Lanjut Pascapersalinan untuk Wanita dengan Ketuban Pecah Dini: Analisis Retrospektif di Rumah Sakit di Indonesia.” Jurnal Kesehatan Ibu dan Anak, vol. 23, tidak. 7, hal.956-965.

Nugrahani, R. R. (2019). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Ketuban Pecah Dini pada Kehamilan Aterm di Rumah Sakit Aura Syifa Kediri. Journal of Chemical Information and Modeling, 53(9), 1689-1699.

Lubis, R. C., & Nurmaliza, L. (2018). Studi Kasus Terjadinya Ketuban Pecah Dini Pada Ibu Hamil di RSU Haji Medan Tahun 2018. Jurnal Kebidanan Flora, 11(2), 24-29.

Downloads

Published

2023-12-22

How to Cite

Wilhelmina Lian Karmila, Fauziyyah, Putri Inka Miftah H, Christien Rosemitha, Mira Malini, Yuni Retnowati, Teresia, & Rahmi Padillah. (2023). Penanganan Pada Ibu Ketuban Pecah Dini. Nusantara Journal of Multidisciplinary Science, 1(5), 1338–1343. Retrieved from https://jurnal.intekom.id/index.php/njms/article/view/226