Representasi Self Acceptance Dalam Film “Imperfect: Karier, Cinta & Timbangan”

Authors

  • Adelia Febiana Susanto Universitas Bina Sarana Informatika
  • Irwanto Irwanto Universitas Bina Sarana Informatika

Keywords:

Film Imperfect, Penerimaan Diri, Representasi, Semiotika John Fiske, Standar Kecantikan

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena standar kecantikan yang kuat dalam masyarakat modern, yang sering kali menekan individu untuk mengubah diri demi validasi eksternal, sebagaimana digambarkan dalam film "Imperfect: Karier, Cinta & Timbangan". Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana pesan self-acceptance (penerimaan diri) direpresentasikan melalui pengalaman tokoh utama, Rara. Penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivisme dengan metode kualitatif deskriptif interpretatif. Analisis data dilakukan menggunakan metode semiotika John Fiske yang membedah tanda ke dalam tiga tingkatan hierarkis: level realitas, level representasi, dan level ideologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film ini merepresentasikan self-acceptance sebagai sebuah proses dialektis yang melibatkan dekonstruksi realitas sosial. Rara bertransformasi dari fase ketergantungan pada validasi eksternal menuju fase penerimaan diri melalui kesadaran kritis bahwa nilai individu tidak ditentukan oleh metrik fisik semata. Melalui elemen audio-visual seperti dialog, simbol, dan sinematografi, film ini berhasil mengomunikasikan pesan bahwa penerimaan diri adalah tentang berdamai dengan ketidaksempurnaan dan memvalidasi kebahagiaan dari perspektif internal. Film ini berfungsi sebagai media edukasi publik yang efektif dalam menantang stigma negatif mengenai standar fisik, serta menegaskan pentingnya kesehatan mental dalam membangun identitas diri yang positif di tengah arus modernisasi

References

K. P. Ramadhania and B. M. Soewito, “Perancangan Motion Comic Dengan Tema Tokoh Pewayangan Jawa ‘Punakawan’ Sebagai Media Pengenalan Warisan Budaya Indonesia,” Jurnal Sains dan Seni ITS, vol. 11, no. 3, 2023, doi: 10.12962/j23373520.v11i3.75346.

S. L. Adriana and Moh. S. Drajat, “Makna Komunikasi Orangtua Dan Anak Dalam Film Animasi,” Bandung Conference Series Public Relations, vol. 3, no. 2, pp. 1120–1129, 2023, doi: 10.29313/bcspr.v3i2.9572.

A. R. Anisa and S. Winduwati, “Pemaknaan Body Positivity Dalam Film Imperfect Pada Kalangan Remaja Di Jakarta,” Koneksi, vol. 5, no. 2, p. 427, 2021, doi: 10.24912/kn.v5i2.10421.

N. P. Heriansyah, K. D. Salsabila, and D. Firmansyah, “Prinsip Ironi Dan Prinsip Kelakar Dalam Film Imperfect: Karier, Cinta, & Timbangan Karya Ernest Prakasa,” Wacana: Jurnal Bahasa, Seni, dan Pengajaran, vol. 8, no. 1, pp. 38–46, 2024, doi: 10.29407/jbsp.v8i1.21691.

R. Agustiani, I. Ibrahim, and A. Busyairi, “Makna Kecantikan Dan Body Shaming Dalam Film Imperfect,” Gema Kampus IISIP YAPIS Biak, vol. 18, no. 1, pp. 10–15, 2023, doi: 10.52049/gemakampus.v18i1.289.

R. Z. B. Pratiwi and A. A. Azis, “Hiperialitas Konsep Cantik Dan Perempuan Dalam Film: Analisis Semiotik Pada Film Imperfect,” Academic Journal of Da’wa and Communication, vol. 3, no. 2, 2022, doi: 10.22515/ajdc.v3i2.5408.

A. Hendrayuwana and E. Kuntjara, “Patriarchal Domination in Ernest Prakasa’s Imperfect – an Adaptation Study,” Kata Kita: Journal of Language, Literature, and Teaching, vol. 9, no. 3, pp. 458–467, 2022, doi: 10.9744/katakita.9.3.458-467.

N. K. Noprianti and N. N. Padmadewi, “Language Variation in Indonesian Movie ‘Imperfect,’” Jurnal Penelitian dan Pengembangan Sains dan Humaniora, vol. 6, no. 1, pp. 109–116, 2022, doi: 10.23887/jppsh.v6i1.43581.

G. W. Ramadhan and S. P. Hadi, “Analisis Semiotika Sikap Percaya Diri Wanita Dalam Film Imperfect,” Bandung Conference Series Journalism, vol. 3, no. 3, 2023, doi: 10.29313/bcsj.v3i3.9636.

A. Sulaiman, “Memahami Teori Konstruksi Sosial Peter L. Berger,” Society, vol. VI, pp. 15–22, 2016.

L. Efendi, S. Sukamto, I. D. P. Eskasasnanda, and S. M. Towaf, “Konstruksi Sosial Komunitas Punk Dan Perilaku Remaja Di Desa Karangkates Kecamatan Sumberpucung Kabupaten Malang,” Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial, vol. 2, no. 4, pp. 341–348, 2022, doi: 10.17977/um063v2i4p341-348.

M. Burns, J. Bally, M. Burles, L. Holtslander, and S. Peacock, “Constructivist Grounded Theory or Interpretive Phenomenology? Methodological Choices Within Specific Study Contexts,” International Journal of Qualitative Methods, vol. 21, 2022, doi: 10.1177/16094069221077758.

D. Mohajan and H. K. Mohajan, “Constructivist Grounded Theory: A New Research Approach in Social Science,” Research and Advances in Education, vol. 1, no. 4, pp. 8–16, 2022, doi: 10.56397/RAE.2022.10.02.

Y. M. Mustofa and I. Wenerda, “Representation of Poverty in Video Clip the Brandals – The Truth Is Coming Out,” Symposium of Literature, Culture, and Communication (SYLECTION) 2022, vol. 3, no. 1, p. 610, 2023, doi: 10.12928/sylection.v3i1.14054.

K. Ainiyah, N. Hidayah, F. P. Damayanti, I. N. Hidayah, J. N. Fadila, and F. Nugroho, “Rancang Bangun Film Animasi 3D Sejarah Terbentuknya Kerajaan Samudra Pasai Menggunakan Software Blender,” JISKA (Jurnal Informatika Sunan Kalijaga), vol. 5, no. 3, pp. 164–176, 2020, doi: 10.14421/jiska.2020.53-04.

T. Ahmad, A. Jamil, A. Zidan, and Y. Huda, “Komunitas Wibu Situbondo Sekai: Sebuah Identitas Kebudayaan Yang Terbentuk Dalam Masyarakat Modern,” Akademik Jurnal Mahasiswa Humanis, vol. 4, no. 2, pp. 227–238, 2024, doi: 10.37481/jmh.v4i2.741.

L. Munawaroh, “Thomas Luckmann: Kontribusi Sosiologi Pengetahuan Dalam Studi Islam,” Al-Ulum: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Ke-Islaman, vol. 9, no. 4, pp. 417–432, 2022, doi: 10.31102/alulum.9.4.2022.417-432.

T. H. Diniasti and R. Haqqu, “Receiving Messages of Technological Determinism in the Documentary Film ‘The Social Dilemma’: Analysis of Receptions in Teenagers,” in Proceedings of the 7th International Conference on Social and Political Sciences (ICoSaPS 2022), 2022, pp. 74–85, doi: 10.2991/978-2-494069-77-0_12.

Published

2026-10-05

How to Cite

Susanto, A. F., & Irwanto, I. (2026). Representasi Self Acceptance Dalam Film “Imperfect: Karier, Cinta & Timbangan”. Nusantara Journal of Multidisciplinary Science, 4(3), 317–325. Retrieved from https://jurnal.intekom.id/index.php/njms/article/view/2437