Representasi Kemandirian Perempuan Dalam Lirik Lagu Aespa: Analisis Wacana Sara Mills

Authors

  • Mohamad Ziad Adam Universitas Negeri Gorontalo
  • Citra F.I.L Dano Putri Universitas Negeri Gorontalo
  • Novi Rusnarty Usu Universitas Negeri Gorontalo

Keywords:

Analisis wacana Sara Mills, Aespa, Kemandirian perempuan, Lirik lagu, Representasi

Abstract

Kemandirian perempuan menjadi salah satu tema yang semakin banyak dihadirkan dalam budaya populer, termasuk melalui musik dan lirik lagu K-pop. Sebagai teks budaya, lirik lagu dapat menghadirkan berbagai pemaknaan mengenai perempuan, termasuk mengenai kemampuan menentukan pilihan, identitas, dan kehidupan dirinya sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi kemandirian perempuan dalam lirik lagu Drama, Spicy, dan Rich Man milik aespa melalui analisis posisi Subjek–Objek dan posisi Pembaca dalam perspektif analisis wacana Sara Mills. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif-interpretatif. Data penelitian berupa unit-unit lirik yang relevan dengan representasi kemandirian perempuan dari ketiga lagu tersebut, yang dikumpulkan melalui teknik dokumentasi dan studi kepustakaan. Analisis dilakukan menggunakan model analisis wacana Sara Mills untuk mengidentifikasi posisi Subjek–Objek dan posisi Pembaca, kemudian diinterpretasikan menggunakan teori representasi Stuart Hall. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga lagu tersebut merepresentasikan perempuan sebagai Subjek yang memiliki suara, agensi, serta kemampuan menentukan pilihan dan identitas dirinya. Lagu Drama lebih menonjolkan agensi serta kemampuan menentukan identitas dan nilai diri, Spicy merepresentasikan kemampuan menentukan dan mempertahankan pilihan dalam relasi interpersonal serta menentukan nilai diri, sedangkan Rich Man menunjukkan bentuk kemandirian yang lebih luas melalui agensi, keteguhan prinsip, penentuan nilai diri, dan kemandirian material atau finansial melalui usaha sendiri. Dalam perspektif komunikasi, ketiga lagu tersebut menyampaikan gagasan mengenai perempuan yang memiliki suara, pilihan, agensi, dan kemampuan untuk menentukan dirinya sendiri. Dengan demikian, lirik Drama, Spicy, dan Rich Man tidak hanya berfungsi sebagai media hiburan, tetapi juga sebagai teks budaya populer yang merepresentasikan dan menyampaikan pemaknaan mengenai perempuan mandiri

References

K. Yoon, "Global Imagination of K-Pop: Pop Music Fans’ Lived Experiences of Cultural Hybridity," Popular Music and Society, vol. 41, pp. 373–389, 2018, doi: 10.1080/03007766.2017.1292819.

D. D. Paokuma et al., "Wacana Perempuan Dalam Lirik Lagu Dan Video Klip Aespa 'Girls'," Jurnal Riset Komunikasi, vol. 15, no. 2, 2024.

H. N. Azizah and L. Umaroh, "Representasi Fenimisme Dalam Lirik Lagu Dan Video Klip Aespa–'Girls'," Avant Garde, vol. 13, no. 1, pp. 47–67, 2025.

A. R. Zain, "Representasi Gender dalam Lagu 'The Man' Karya Taylor Swift: Analisis Wacana Kritis Sara Mills," Jurnal Pendidikan Bahasa, vol. 15, no. 2, pp. 136–145, 2025.

Y. W. Kurniawan and R. C. Rizki, "Representasi Quarter Life Crisis Melalui Analisis Wacana pada Lirik Lagu 'Takut' Karya IDGITAF terhadap Realita Mental Health Remaja," Communications, vol. 5, no. 2, pp. 486–510, 2023, doi: 10.21009/communications.5.2.4.

M. D. Astari, Z. Azzahra, G. Maria, and A. Dias, "Objektifikasi Perempuan dalam Lagu-lagu Campursari Analisis Wacana MAK Halliday," Medkom: Jurnal Media dan Komunikasi, vol. 2, no. 2, 2022.

I. P. Hastuti and A. Rifa’i, "Masalah Perkotaan dalam Musik (Analisis Wacana pada Lirik lagu Banyak Asap di Sana karya Efek Rumah Kaaca)," Jurnal Literasiologi, vol. 11, no. 2, 2024.

S. Mills, Discourse. London: Routledge, 1997.

[S. Hall, Representation: Cultural Representations and Signifying Practices. London: Sage Publications, 1997.

Y. S. Lincoln and E. G. Guba, Naturalistic inquiry. Beverly Hills, CA: Sage, 1985.

C. Mackenzie and N. Stoljar, Eds., Relational autonomy: Feminist perspectives on autonomy, agency, and the social self. New York: Oxford University Press, 2000, doi: 10.1093/oso/9780195123333.001.0001.

H. T. Ulya and M. Ulum, "Representasi Gender dan Agensi Perempuan dalam Diplomasi Budaya Korea Selatan: Kajian Feminis Atas K-Pop di Indonesia Tahun 2022-2023," Aktivisme: Jurnal Ilmu Pendidikan, Politik Dan Sosial Indonesia, vol. 3, no. 1, pp. 31–46, 2026, doi: 10.62383/aktivisme.v3i1.1529.

S. S. Humairah and A. U. Dewi, "Nilai-nilai konfusianisme dan stagnasi perkembangan gerakan feminisme di Korea Selatan," Padjadjaran Journal of International Relations, vol. 7, no. 1, pp. 40–54, 2025.

S. N. Costrani and A. Burhan, "Impak Fenomena Honjok Terhadap Peran Gender Perempuan Di Korea Selatan," Multikultura, vol. 3, no. 3, Art. no. 7, 2024.

F. A. Mardliyah, "Transformasi Norma Gender dan Pertumbuhan Ekonomi: Studi Gerakan 4B (Bihon, Bichulsan, Biyeonae, Bisekseu) di Korea Selatan," JDEP (Jurnal Dinamika Ekonomi Pembangunan), vol. 9, no. 1, pp. 33–52, 2026.

A. B. Nur Fitri and A. Kusuma, "Girl Crush Dalam Budaya Pop Korea Analisis Semiotika pada MV Dalla Dalla dan Wannabe dari Itzy," Medialog: Jurnal Ilmu Komunikasi, 2021.

Published

2026-10-05

How to Cite

Adam, M. Z., Putri, C. F. D., & Usu, N. R. (2026). Representasi Kemandirian Perempuan Dalam Lirik Lagu Aespa: Analisis Wacana Sara Mills. Nusantara Journal of Multidisciplinary Science, 4(3), 326–331. Retrieved from https://jurnal.intekom.id/index.php/njms/article/view/2438