Analisis Deskriptif Pengalaman Fomo Remaja Di Coffee Shop Kota Gorontalo
Keywords:
Fear of Missing Out, Remaja, Coffee Shop, Instagram, Interaksi SimbolikAbstract
Fear of Missing Out (FOMO) pada remaja tidak hanya berkaitan dengan penggunaan media sosial, tetapi juga dengan cara remaja memaknai keterlibatan dirinya dalam aktivitas sosial. Penelitian ini bertujuan menganalisis dan mendeskripsikan pengalaman serta pemaknaan remaja di Kota Gorontalo terhadap FOMO saat beraktivitas di coffee shop. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Informan dipilih secara purposive dan melibatkan enam pelajar dan mahasiswa berusia 17–23 tahun yang memiliki pengalaman FOMO terkait aktivitas coffee shop. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi tidak langsung terhadap aktivitas di Instagram, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan model interaktif melalui kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan diperiksa melalui triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa coffee shop dimaknai sebagai ruang sosial yang berkaitan dengan gaya hidup, eksistensi, validasi, dan keterlibatan dalam kelompok. FOMO terbentuk melalui interaksi langsung dan simbol digital seperti Instagram Story, ajakan, komentar, serta penilaian teman. Respons terhadap FOMO berlangsung melalui proses interpretasi dengan mempertimbangkan kondisi fisik, akademik, keluarga, dan finansial. Dengan demikian, pengalaman FOMO merupakan proses pemaknaan, interaksi sosial, interpretasi, dan tindakan.
References
N. Rulli, Media Sosial Perspektif Komunikasi, Budaya, dan Sosioteknologi. Bandung, Indonesia: Simbiosa Rekatama Media, 2015.
B. H. M. Bungin, Sosiologi Komunikasi: Teori, Paradigma, dan Diskursus Teknologi Komunikasi di Masyarakat, 2006.
P. McGinnis, FOMO--Fear of Missing Out: Bijak Mengambil Keputusan di Dunia yang Menyajikan Terlalu Banyak Pilihan. Jakarta, Indonesia: Gramedia Pustaka Utama, 2020.
A. K. Przybylski, K. Murayama, C. R. DeHaan, and V. Gladwell, “Motivational, emotional, and behavioral correlates of fear of missing out,” Computers in Human Behavior, vol. 29, no. 4, pp. 1841–1848, 2013.
U. Oberst, E. Wegmann, B. Stodt, M. Brand, and A. Chamarro, “Negative consequences from heavy social networking in adolescents: The mediating role of fear of missing out,” Journal of Adolescence, vol. 55, no. 1, pp. 51–60, 2017.
J. Rakhmat, Psikologi Komunikasi, ed. revisi. Bandung, Indonesia: Simbiosa Rekatama Media, 2018.
M. L. Modjo, K. Anugrah, and P. F. Ahmad, “Perkembangan Kedai Kopi & Mocktail Menjadi Peluang Usaha Untuk Kalangan Muda Di Kota Gorontalo,” Jurnal Darmawisata, vol. 1, no. 2, pp. 51–57, 2022, doi: 10.56190/jdw.v1i2.9.
D. S. Widiyaningsih, “Meaning of Cafe for Millennial Y: Makna Kafe Bagi Remaja Milenial Sebagai Bentuk Citra Diri Di Media Sosial,” Publiciana, vol. 15, no. 1, pp. 12–18, 2022, doi: 10.36563/publiciana.v15i01.374.
H. Blumer, Symbolic Interactionism: Perspective and Method. Berkeley, CA, USA: University of California Press, 1969.
M. R. Fadli, “Memahami desain metode penelitian kualitatif,” vol. 21, no. 1, pp. 33–54, 2021.
Sugiyono, Metode Penelitian Kombinasi (Mixed Methods). Bandung, Indonesia: Alfabeta, 2017.
M. B. Miles, A. M. Huberman, and J. Saldaña, Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook, 3rd ed. SAGE Publications, 2014.
A. A. Mekarisce, “Teknik Pemeriksaan Keabsahan Data pada Penelitian Kualitatif di Bidang Kesehatan Masyarakat,” Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat, vol. 12, no. 3, pp. 145–151, 2020, doi: 10.52022/jikm.v12i3.102.
A. W. Yudha, “Fenomena Coffee Shop Sebagai Gaya Hidup Remaja (Studi Fenomenologi Komunikasi Coffee Shop Pekanbaru),” 2023.
T. R. Auria, R. I. Dwijayanti, R. F. Marta, S. Rajagukguk, and T. Saliman, “Fenomena FOMO Coffee Shop sebagai Gaya Hidup di Kalangan Remaja,” vol. 14, no. 1, 2025.
D. S. Deswita, F. R. Harahap, and P. P. Saputra, “Eksistensi Coffee Shop Terkait Perilaku Konsumtif Anak Muda (Studi Kasus pada Coffee Shop Maio Kota Pangkalpinang),” vol. 4, no. 9, 2024.
D. F. Putri and Z. Munawwaroh, “FOMO Labubu: Perspektif Komunikasi dalam Dinamika Sosial dan Digital,” vol. 5, no. 1, pp. 1–8, 2024.
A. A. Fitriana, “Fenomena Fear Of Missing Out (FOMO) Dalam Gaya Hidup Remaja Perkotaan Kota Bekasi,” Skripsi, 2024.
A. B. Karo-Karo, I. A. A. Laksmiwati, and I. B. O. Wedasantara, “Bentuk Fenomena FOMO di Kalangan Mahasiswa Universitas Udayana, Denpasar, Bali,” vol. 3, no. 6, pp. 6379–6388, 2024.
E. Siregar, S. S. Gismin, and Nurhikmah, “Gambaran Fear of Missing Out (FOMO) pada Remaja di Kota Makassar,” Jurnal Psikologi Karakter, vol. 3, no. 1, pp. 236–241, 2023, doi: 10.56326/jpk.v3i1.1999.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Nurasyah Lala, Noval Sufriyanto Talani, Muhammad Akram Mursalim

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.













