Misoginis Dan Misandris Dalam Pendidikan Agama Islam: Analisis Al-Umm Madrasatu Al-Ula Dalam Perspektif Tafsir Quran
Keywords:
Konsep, Misandris, GuruAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep misandris al-ummu madrasatu al-ula yang menganggap ibu (perempuan) sebagai sekolah utama. Pemahaman tekstual dari konsep ini seakan juga bermakna superioritas perempuan atas laki-laki dalam profesi kependidikan. Menurut data statistik Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi tahun 2022-2023 menyebutkan bahwa jumlah guru laki-laki dalam semua jenjang pendidikan adalah 1.081.492 dari total 3.398.506 guru sedangkan pada jenjang PAUD dan Sekolah Dasar (SD), jumlah guru laki-laki adalah 510.159 dari total 1.974.417 guru. Artinya, presentase guru laki-laki hanya ±31,8% dalam semua jenjang dan ±25,8% jenjang PAUD dan SD. Apabila anak laki-laki menempuh jenjang PAUD dan SD selama ±8 tahun dan terus-menerus diajar atau mendapat guru kelas perempuan, maka akan timbul feminisme dalam dunia pendidikan dan mempengaruhi maskulinitas anak laki-laki. Belum lagi ditambah apabila di rumah, anak cenderung dididik oleh ibunya dikarenakan mindset laki-laki secara general hanya berfokus pada pekerjaan untuk mencari nafkah keluarga. Hal tersebut menjadi refleksi bahwa perempuan secara kultur lebih diposisikan sebagai pemegang tanggungjawab utama dalam ranah pendidikan baik wilayah domestik maupun publik. Roadmap penelitian ini adalah mengkaji konsep tersebut dengan dianalisa secara kritis menurut perspektif tafsir Al-Qur’an menggunakan metode kajian kepustakaan sehingga mampu menemukan permahaman secara utuh dari sumber utama dalam Islam.
References
Statistik dan Indikator Pendidikan Berwawasan Gender.pdf. (t.t.).
Dhawabith Tasyghil An-Nisa’.pdf. (t.t.).
Nazir, M. (2013). Metode penelitian. Ghalia Indonesia.
Selawati, S., & Wahyuni, S. (2022). Pola Asuh al-Ummu Madrasat al-Ula dalam Membentuk Karakter Anak Kiai. Kartika: Jurnal Studi Keislaman, 2(2).
Selawati, S., & Wahyuni, S. (2023). Implementasi Pola Asuh Al-Ummu Madrasatul Ula dalam Membentuk Karakter Anak Kiai. Allimna: Jurnal Pendidikan Profesi Guru, 2(01), 38–53. https://doi.org/10.30762/allimna.v2i01.681
Mulasi, S. (2022). Peran Madrasatul Ula Dalam Pembentukan Kecerdasan Spiritual Anak. Genderang Asa: Journal of Primary Education, 2(1), 25–40. https://doi.org/10.47766/ga.v2i1.1353
Pius, A. P., & Dahlan, al-B. M. (1994). Kamus Ilmiah Populer. Arkola.
Purnama, R. F. (2021). Hadis Misoginis dan Pengembangan Masyarakat Islam Perspektif Fatima Mernissi. Jurnal Ulunnuha, 10(2), 221–236. https://doi.org/10.15548/ju.v10i2.2747
Syamsuddin, M. (2017). Dampak Hadits Misogini Terhadap Santri. 2(2).
Hopkins-Doyle, A., Petterson, A. L., Leach, S., Zibell, H., Chobthamkit, P., Binti Abdul Rahim, S., Blake, J., Bosco, C., Cherrie-Rees, K., Beadle, A., Cock, V., Greer, H., Jankowska, A., Macdonald, K., Scott English, A., Wai Lan Yeung, V., Asano, R., Beattie, P., Bernardo, A. B. I., Sutton, R. M. (2023). The Misandry Myth: An Inaccurate Stereotype About Feminists’ Attitudes Toward Men. Psychology of Women Quarterly, 03616843231202708. https://doi.org/10.1177/03616843231202708
Winarti, R. (2023). Tantangan Peran Wanita dalam Demokrasi di Masa Sekarang dan Yang Akan Datang. Jurnal Iman dan Spiritualitas, 3(2), 307–318. https://doi.org/10.15575/jis.v3i2.28035
Ash-Shabuni, A. (2016). Tafsir Ayat-ayat Ahkam 1 (Cetakan I). Keira.
Kodir, F. A. (2021). Qirā’ah mubādalah (Cetakan IV). IRCiSoD.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Hari Prasetia

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.













