Gambaran Psychological Well - Being Ayah Single Parent Yang Mengalami Kematian Pasangan Dan Memiliki Anak Usia Early Childhood

Authors

  • Steffany Hanlim Universitas Tarumanagara
  • Roswiyani Universitas Tarumanagara

Keywords:

Ayah, Single Parent, Kematian, Early Childhood, Psychological Well – Being

Abstract

Kematian pasangan merupakan pengalaman yang berat yang bisa dialami oleh setiap individu, terutama pada ayah single parent yang mengalami kematian pasangan. Ayah single parent diharapkan dapat menggantikan peran ibu untuk mengurusi tugas rumah tangga dan pengasuhan anak. Tantangan yang harus dihadapi oleh ayah single parent ini dapat mempengaruhi kesehatan mental dan psychological well – being. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran psychological well – being ayah single parent yang mengalami kematian pasangan dan memiliki anak usia early childhood. Penelitian ini merupakan penelitian dengan metode kualitatif. Partisipan pada penelitian ini sebanyak 3 ayah single parent dengan usia 20 hingga 40 tahun, sudah menikah dan mengalami kematian pasangan, memiliki anak usia dini dengan usia 3 hingga 6 tahun. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan teknik semi – structured interview. Penelitian ini menggunakan teknik analisis tematik, mendapati bahwa gambaran psychological well-being pada ayah single parent yang memiliki anak usia early childhood yaitu memiliki tujuan dalam hidup (purpose in life) serta kemandirian (autonomy). Purpose in life mengacu pada tujuan hidup subjek untuk membesarkan anak hingga dapat sukses di masa depan. Sedangkan autonomy mengacu pada perilaku ayah single parent dalam menjalankan kehidupan secara mandiri yang meliputi melaksanakan kewajiban penuh sebagai ayah single parent

References

Lestari, Sri. (2012). Psikologi keluarga: Penanaman nilai dan penanganan konflik dalam keluarga (1st ed.). Jakarta: Kharisma Putra Utama

Duncan, G. J., Magnuson, K., Kalil, A., & Ziol-Guest, K. (2012). The importance of early childhood poverty. Social Indicators Research, 108(1), 87-98. https://link.springer.com/article/10.1007%2Fs11205-011-9867-9

Sarwono. S.W. 2011. Psikologi remaja. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada

Lestari, S., & Amaliana, N. (2020). Peran ayah sebagai orang tua tunggal dalam pengasuhan anak. Jurnal Sains Psikologi, 1-14.

Roswiyani, R., & Amanda, J. (2021). Pengelolaan diri di masa pandemi pada usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM): Prosiding Seminar Nasional Hasil Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, 545-552. https://doi.org/10.24912/psenapenmas.v0i0.15046

Santrock, J. W. (2009). Life - span development (12th ed.). New York, NY: McGrawHill.

Benner S. M. & Grim J. C. (2013). Assessment of young children with special needs (a context - based approach). New York: Routledge.

Hidayati, F., Kaloeti, D. V. S., & Karyono, K. (2011). Peran ayah dalam pengasuhan anak. Jurnal Psikologi, 9(1). https://doi.org/10.14710/jpu.9.1.

Meier, A., Musick, K., Fischer, J., & Flood, S. (2018). Mothers' and fathers' well‐being in parenting across the arch of child development. Journal of Marriage and Family, 80(4), 992-1004. https://doi.org/10.1111/jomf.12491

Basaria, D., Hartato, I., & Patmonodewo, S. (2017). Terapi well-being untuk meningkatkan psychological well-being pada remaja yang tinggal di panti sosial bina remaja x: Jurnal Psikoloogi Psibernetika, 10(1). http://dx.doi.org/10.30813/psibernetika.v10i1.1038

Ryff. DKK (1989). Happines is everyting, on is it? explorations on the meaning of psychological well – being: Journal Of Personality And Social Psychology, 57(6), 1969 - 1981. https://doi.org/10.1037/0022-3514.57.6.1069

Septiningsih, D. H. N., & Cahyanti, I. Y. (2014). Psychological well - being ayah tunggal dengan anak penderita cerebral palsy: Jurnal Psikologi Klinis dan Kesehatan Mental, 3(1), 50-58. https://journal.unair.ac.id/

Amaliana, N., & Lestari, S. (2019). Peran ayah sebagai orang tua tunggal dalam pengasuhan anak [Disertasi doktoral tidak dipublikasikan]. Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Downloads

Published

2024-07-11

How to Cite

Steffany Hanlim, & Roswiyani. (2024). Gambaran Psychological Well - Being Ayah Single Parent Yang Mengalami Kematian Pasangan Dan Memiliki Anak Usia Early Childhood. Nusantara Journal of Multidisciplinary Science, 1(12), 745–753. Retrieved from https://jurnal.intekom.id/index.php/njms/article/view/580