Individualis Pemeran Bayu Dalam Film Yowis Ben (Analisis Semiotika John Fiske)
Keywords:
Semiotika John Fiske, Individualis, Realitas, Representasi, IdeologiAbstract
Pada penelitian ini berfokus bagaimana pengambaran Individualis dalam film “Yowis Ben” dengan menggunakan Teori Semiotika John Fiske. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu 1) Bagaimana wujud Individualis yang bersifat percaya diri dalam pemeran Bayu jika dilihat dari level realitas, representasi, dan ideologi. 2) Bagaimana wujud Individualis yang bersifat mandiri dalam pemeran Bayu jika dilihat dari level realitas, representasi, dan ideologi. 3) Bagaimana wujud Individualis yang bersifat mandiri dalam pemeran Bayu jika dilihat dari level realitas, representasi, dan ideologi. Kajian penelitian ini menguunakan Metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif kualitatif yang berwujud bahasa lisan dan cuplikan scene yang ada dalam film. Bagi menganisis dari representasi Individualis, Teori Semiotika John Fiske digunakan sebagai landasan kajian yang akan melalui dari tiga level proses kode dalam film yaitu realitas, representasi, dan ideologi. Selanjutnya, penulis melakukan pendataan dengan mengambil scene yang memuat wujud individualis bersifat percaya diri, mandiri, egois dan menganalisis kode berupa adegan dan dialog yang ada dalam scene tersebut. Penelitian ini menghasilkan kesimpulan yaitu. 1) Level realitas yaitu dalam bentuk ekspresi, latar tempat dan pakaian yang digunakan oleh pemeran utama dalam film “Yowis Ben” mengenai sifat percaya diri, mandiri, dan egois. 2) Level representasi yang berisi dialog dari pemeran utama mengenai sifat percaya diri, mandiri, dan egois. 3) Level idiologi, mengenai gambaran dari level realitas dan representasi menunjukkan ideologi dalam film tersebut
References
Khomsahrial Romli. (2016). Komunikasi Massa. Jakarta: Kompas Gramedia.
Vera, Nawiroh. Semiotika dalam Riset Komunikasi. Bogor: Ghalia Indonesia, 2015
Fiske, John. (1987). Television Culture. London: Routledge & Metheun
Ahmadi, A. (2019). Methode Penelitian Sastra. Gresik: Graniti
Amaliyah, E. R., & Pratikto, H. (2017). The Effect of Family and School Cultural Environment Through Self Efficacy on Student Learning Result. Jurnal Pendidikan Bisnis Dan Manajemen, Vol 3(3), 222-234.
Lisnanti, A. U. (2022). “Fenomena nerimo ing pandum dalam kepercayaan diri generasi milenial di Nganjuk”. Prosiding seminar nasional bimbingan dan konseling Universitas Negeri Malang. 48-54.
Sobur, Alex. (2013) Semiotika Komunikasi. Bandung: PT Remaja Rosdakarya
Fiske, John (2012). Cultural and Communication Studies: Sebuah Pengantar paling Komprehensif. terj. Yosal Iriantara dan Idi Subandy Ibrahim. Yogyakarta: Jalasutra.
Ramadhani, T. N., & Putrianti, F. G. (2014). Hubungan antara kepercayaan diri dengan citra diri pada remaja akhir. Jurnal Spirits, 4(2), 22-32.
Cahyanti, A. D., & Purnomo, S. H. (2023). Biseksual dalam Kehidupan Keluarga Priayi Jawa: Analisis Semiotika Sinema Kethoprak “Selingkuhan Candhik Ayu”. Jurnal Ilmiah Fonema: Jurnal Edukasi Bahasa dan Sastra Indonesia, 6(2), 158-177.
Djaali, H. (2007). Psikologi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara
Paulina, Irene, dan Wardoyo. (2012). Faktor Pendukung Itensi Berwirausaha terhadap Mahasiswa. Fakultas Ekonomi, Universitas Gunadarma. Jakarta: Jurnal Dinamika Manajemen. Vol 03, (01), 1-10.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Andra Ramadhan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.













