Bridging Global Water Governance and Local Realities in Developing Countries

Authors

  • Firna Larasanti Universitas Negeri Surabaya

Keywords:

Tata Kelola Air, Perubahan Iklim, Ekologi Politik, Siklus Hidrososial, Negara Berkembang

Abstract

Eskalasi krisis iklim mengubah kelangkaan air menjadi ancaman eksistensial di negara-negara berkembang, bahkan ketika agenda global seperti SDG 6 dan Perjanjian Paris menyediakan kerangka kerja normatif. Artikel ini menganalisis kesenjangan antara kebijakan internasional dari atas ke bawah dan realitas sosial-politik ekologi lokal, politik, dan siklus hidrososial. Studi ini menggunakan kasus dari India, Ethiopia, dan Indonesia untuk mengeksplorasi bagaimana bias teknokratis dan komersialisasi meminggirkan komunitas yang rentan. Hasil studi menunjukkan bahwa tata kelola global telah gagal karena mengabaikan infrastruktur, masalah sosial, tarif air yang tidak terjangkau, dan ilusi transfer teknologi; Solusi Berbasis Alam (NbS) lokal menawarkan solusi alternatif yang tangguh. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberlanjutan air bergantung pada produksi bersama pengetahuan hibrida daripada standardisasi global untuk keadilan distributif

References

Oelkers, E. H, MacDonald, D. H, & Schmidt, M. (2011). Water and climate change: Lessons from global change in water resources. Journal of Hydrology, 401(3–4), 311–316. https://doi.org/10.1016/j.jhydrol.2011.02.023

Khalid, S. (2020). Climate change and water scarcity in developing countries: Impacts and solutions—Journal of Environmental Management, 250, Article 109568.

Yalew, S, Kwakkel, J. H, & Doorn, N. (2021). Distributive justice and sustainability goals in transboundary rivers: Case of the Nile Basin. Frontiers in Environmental Science, 8, Article 590954. https://doi.org/10.3389/fenvs.2020.590954

Birkinshaw, M. (2025). Smart water? Corporate experiments and hybrid hydraulics in India. Urban Geography. Advance online publication. https://doi.org/10.1080/02723638.2025.2548139

Shah, R. (2024). Political ecology of water scarcity—Journal of Political Ecology, 31.

Bantider, A, Tadesse, B, Nigatu, A, et al. (2023). Voices in shaping water governance: Exploring discourses in the Central Rift Valley, Ethiopia. Water, 15(4), 803. https://doi.org/10.3390/w15040803

Rumihin, O. F. (2024). Integration of engineering and politics in water management: A holistic approach to enhancing public. Publicus, 2(1), 225–234.

Moschonas, D, French, M, Ramírez-Lovering, D, et al. (2025). Co-producing nature-based solutions: Integrating knowledge interfaces in informal settlements in Indonesia. Environment and Urbanization. https://doi.org/10.1177/09562478251364223

Laituri, M. (2020). The hydrosocial cycle in rapidly urbanizing watersheds. Frontiers in Earth Science. https://doi.org/10.1007/s11707-020-0823-3

Taufik, M, Khairina, E, Hidayat, R, et al. (2022). Study of the government's strategy on clean water availability in Indonesia. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia, 21(1), 111–121. https://doi.org/10.14710/jkli.21.1.111-121

Downloads

Published

2026-04-19

How to Cite

Firna Larasanti. (2026). Bridging Global Water Governance and Local Realities in Developing Countries. Nusantara Journal of Multidisciplinary Science, 3(9), 1394–1399. Retrieved from https://jurnal.intekom.id/index.php/njms/article/view/2033